Kota Cilegon, (LC)- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon kembali menyalurkan bantuan pangan kepada 18.259 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se-Kota Cilegon.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kota Cilegon Cahyaning Sukarti menjelaskan, data penerima bantuan berasal dari Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
Kemudian juga data dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang telah diverifikasi dan validasi oleh DKPP bersama Bappeda Litbang dan Dinas Sosial Kota Cilegon.
“Setiap KPM menerima sebanyak 10 kilogram selama tiga bulan, yakni pada Agustus ini, kemudian nanti September dan Desember 2024,”kata Cahyaning, Rabu, 14 Agustus 2024.
Ia menuturkan, bantuan beras ini, kata Cahyaning, berasal dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Badan Pangan Nasional (Bappanas) yang didistribusikan melalui transpoter PT Pos Indonesia.
Oleh karena itu, sebelum dibagikan, pihaknya telah memeriksa kualitas beras untuk memastikan bahwa bahan pangan tersebut layak diberikan kepada masyarakat.
“Kami sudah melihat secara jelas di gudang Bulog Serang beras yang disediakan di sana. Memang kondisinya bagus dan layak untuk dikonsumsi. Setelah kami monitor dan dipastikan layak, barulah kami distribusikan ke kelurahan-kelurahan,” ujarnya.
Secara teknis, kata Cahyaning, pembagian bantuan dilakukan secara serentak pada 12-14 Agustus 2024. Dari 8 Kecamatan, ujar dia, Kecamatan Citangkil menerima paling banyak yakni sebanyak 4.533 KPM dengan jumlah 45.330 kg.
Kemudian Ciwandan sebanyak 3.452 KPM dengan jumlah 34.520 kg dan Pulomerak sebanyak 2.468 KPM dengan jumlah 24.680 kg.
“Sisanya Kecamatan 2.067 KPM dengan 20.670 kg, Cibeber sebanyak 1.857 dengan jumlah 18.570 kg, Gerogol 1.507 KPM dengan jumlah 15.070 kg, Kecamatan Cilegon 1.361 KPM dengan jumlah 13.610 kg, serta Purwakarta sebanyak 1.014 KPM dengan jumlah 10.140 kg. Semuanya sudah tuntas kami distribusikan,” tuturnya.
Kepala DKPP Kota Cilegon Ridwan berharap adanya bantuan beras dari pemerintah dapat menanggulangi kebutuhan masyarakat, khususnya warga Kota Cilegon yang kurang mampu, untuk beberapa bulan ke depan.
“Penyaluran beras untuk CBP ini memakai data dari Menko PMK, kita hanya mendistribusikan saja ke kelurahan untuk menanggulangi kebutuhan masyarakat dengan harapan bisa mencukupi kebutuhan atau paling tidak meringankan beban,” ucapnya. (Aditya-Red)***
