Kota Cilegon, (LC)- program Musbaqah Tilawatil Quran dan Peringatan Hari Besar Islam pada Pemkot Cilegon akan dihapus.
Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon Rahmatullah membenarkan dihilangkannya. Hal itu karena berkurangnya anggaran di APBD 2026.
“Yah (dihapuskan untuk MTQ dan PHBI),” katanya membenarkan dihapuskannya MTQ dan PHBI tersebut dalam program 2026 nanti.
Meski demikian, pihaknya masih menunggu adanya kebijakan dari Pimpinan yakni Walikota Cilegon Robinsar. Hal itu karena adanya masukan dari sejumlah tokoh agar MTQ dan PHBI sebagai wahana syiar Islam tetap diadakan.
“Masih menunggu arahan dari pimpinan selanjutnya, semoga masih ada,” jelasnya.
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Cilegon memberikan protes keras dengan kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Dimana pada APBD 2026 akan dilakukan penghapusan atau penghilangan program keagamaan baik itu Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), istighosah, MTQ dan haji.
Ketua PC NU Kota Cilegon Erick Rebiin menyatakan, pihaknya akan melakukan protes keras dan melayangkan surat, karena kegiatan yang menyangkut ibadah dikurangi.
“Jangankan anggaran keagamaan dihilangkan, kurangi aja itu NU dan ulama akan sakit hati. Sebab, hal itu akan menjadi cermin pemerintah tidak lagi mau menjaga tradisi para ulama dan menyemarakkan kehidupan beragama di Kota Cilegon, khususnya bagi umat muslim,” kata Erick Rebiin, Rabu, 26 November 2025.
Ia menuturkan, Cilegon sebagai Kota Santri akan menjadi sebuah preseden buruk, apabila dihilangkan kegiatan keagamaan dalam agenda Pemkot Cilegon.
“Ini menjadi preseden buruk, apalagi Kota Cilegon dikenal menjadi Kota Santri. Seharusnya diperkuat dengan perbanyak kegiatan keagamaan, jangan malah dihilangkan,”tuturnya.
Seharusnya, ujar dia, Pemkot Cilegon bisa menambah anggaran untuk kegiatan keagamaan bukan malah menghilangkannya.
“Harusnya ya ditambah untuk kegiatan keagamanya. Misalnya istighosah itu bisa dilakukan di setiap kecamatan bukan hanya tingkat kota, malah harusnya ditambah,” ungkapnya.
(Himawan Sutanto-Red)***
