Kota Cilegon, (LC)- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten mengakui bahwa peralatan alat pelindung diri untuk kebencanaan terutama kegagalan tekhnologi masih kurang.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Pelaksana BPBD Banten, Lutfi Mujahidin disela-sela simulasi gempa bumi yang mengakibatkan kegagalan tekhnologi di Kawasan industry.
“Secara keseluruhan simulasi ini sudah berjalan dengan baik. Terkait dengan peralatan kami akui bahwa memang ada kekurangan dan kami mendapat pelajaran penting dimana Polri memiliki peralatan yang lengkap dan ini masukkan bagi kami di BPBD,”kata Lutfi, Rabu, 26 November 2025.
Ia menuturkan, selama ini bencana di Banten adalah bencana alam. Sementara bencana tekhnologi industry agak jarang terjadi.
“Namun karena Kota Cilegon dan Serang masuk wilayah Banten, tentu kami juga harus memikirkan peralatan yang harus disiapkan untuk menghadapi bencana kegagalan tekhnologi, salah satunya penambahan anggaran,”ujarnya.
Ia berharap, dalam simulasi degan tim work yang sudah berjalan baik TNI,Polri, Basarnas, serta instansi relawan lainnya sudah terbukti.
“Kekurangan sedikit itu adalah manusiawi, kami akan evaluasi, tingkatkan dan akan diperbaiki lagiDan akan menjadi tim yang bagus. Karena didalam lapangan untuk kebencanaan, kami tidak bisa bekerja sendiri.Siapa berbuat apa,kapan dan ketika sudah ada simulasi seperti inilah,” tuturnya.
Kepala BPBD Cilegon, Suhendi, menyatakan, bahwa simulasi ini juga merupakan bagian dari Renkon Galtek. Dimana, ke depan, Kota Cilegon akan membuat sebuah Perwal.
“Hasil gladi Galtek ini menjadi salah satu acuan, ketika kami membuat Perwal. Karena memang, Cilegon ini adalah Kota Industry. Dimana ada sebuah SOP, dalam penanganan bencana kegagalan tekhnologi,”ucapnya.
Ia berharap, simulasi ini menjasi sebuah pelajaran penting. Mengingat musibah bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.
“Termasuk Kawasan industry, kita tidak tahu kapan bencana terjadi. Minimal dari simulasi ini, kami mendapat gambaran tentang SOP. Jadi, ini juga bagian Kerjasama BPBD dengan industry. Dan industry lainnya bisa menyusul untuk melaksanakan simulasi,”ungkapnya.
Hadir dalam simulasi bencana kegagalan tekhnologi, untur Lanal Banten, Basarnas, Tagana, Relawan Orari, Pramuka Peduli, Masyarakat Siap Bencana serta sejumlah unsur lainnya.
( Himawan Sutanto-Red)***
