Penggiat Pemilu & Anggota JADI Kota Cilegon Komitmen Kepada Kebudayaan, Ini Rekam Jejaknya

Oleh: Langit Cilegon
230 views
A+A-
Reset

Kota Cilegon, (LC)- Bagi masyarakat Banten, tentu saja mengenal salah satu benda bernama Golok. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari biasanya golok berfungsi sebagai alat kerja.

Bagi masyarakat pedesaan pada zaman dahulu, golok merupakan bagian dari hidup masayarakat karena golok menjadi sarana untuk membantu pekerjaan sehari-hari. Terlebih bagi para petani atau perkebunan, kuli bangunan, dan para jagal  atau biasa disebut tukang sembelih hewan.

Akan tetapi, golok ternyata memiliki fungsi lain. Bagi seorang pesilat, memiliki dan menggunakan golok adalah sebuah keharusan dan kebutuhan utama.

Karena ada beberapa gerakan yang mewajibkan pesilat menggunakan golok, seperti jurus tunggal baku. Jurus yang terdiri dari  gerakan dengan menggunakan golok dan toya.

Golok juga merupakan karya seni asli indonesia. Keindahan golok dapat dilihat dari bagian gagang dan sarungnya.

Ada kesan unik dan bersejarah ketika melihat sarung dan gagang pada golok. Hantaman godam melumat besi baja untuk membuat bilah golok. Dan ketrampilan pengukir ternyata membuat sarung dan gagang golok telah menghasilkan benda yang bernilai tinggi.

Golok Banten, termasuk dalam benda sejarah yang merupakan simbol peradaban zaman Kerajaan Banten. Dahulu golok digunakan sebagai alat pertahanan untuk melawan musuh atau orang yang berniat mengancam keselamatan.

Golok Banten digunakan para jawara untuk mempertahankan diri dari serangan musuh dan sebagai lambang kehormatan dan derajatnya sebagai jawara.

Salah satu jawara yang dimiliki Banten adalah H. Habibi Haliburton, ST, M. Si.  Terlahir dari keluarga yang mencintai seni pencak silat. Habibi sejak kecil  sangat akrab dengan segala hal yang berhubungan dengan seni bela diri asli Banten ini.

Ayahnya berasal dari Ciomas, sebuah daerah di Banten yang sangat terkenal dengan goloknya yang bernilai magis. Kang Habibi adalah seorang praktisi pendidikan, jawara,  Ketua Satria Satria Muda Indonesia Provinsi Banten.

Ia juga pimpinan beberapa komunitas dan organisasi, seperti Ketua Perkumpulan Urang Banten Kota Cilegon, ketua IWbA Kota Cilegon, Wakil Ketua IPSI Banten.

Bahkan dalam usianya lebih dari setengah abad masih tetap melatih pencak silat dll serta sekian label lain yang disandangnya.

Semasa menjadi atlet pesilat, telah banyak penghargaan yang diraihnya. Seperti, juara I pencak silat  pada PORDA Jabar Tahun 2005 kelas A putra. Juara I pencak silat pada kejuaraan Supersemar ke IV Tahun 2005 kelas B putra.

Kemudian Juara III kompetisi single fairway putra CABOR woodball pada PORPROV V Banten tahun 2018. Juara III kompetisi ganda fairway putra CABOR woodball pada PORPROV V tahun 2018, dan beberapa penghargaan dalam tugasnya sebagai anggota KPU Kota Cilegon.

Sejak tahun 2008, Habibi Haliburton, mulai mengoleksi senjata-senjata dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya Banten.

Seperti golok Ciomas, Cilegon, Serang, Baduy, Sajira, Rangkas, Menes, Pandeglang, dan sebagainya. Saat ini, ada kurang lebih 260 buah koleksi golok yang saat ini dimilikinya.

Awalnya, untuk memenuhi kebutuhan golok para peserta didiknya, Ia mengaku membeli golok dari luar Banten. Biasanya beliau memesan di Bandung.

“Namun, waktu pemesanan sering kali lama dan kualitasnya pun terkadang kurang sesuai.Makanya menjadi pemikiran saya pribadi,”kata Habibi Haliburton, Sabtu, 26 Oktober 2024.

Seiring berjalannya waktu, Ia berpikir untuk memenuhi sendiri kebutuhan rutin tersebut. Maka, beliau mulai membuat konsep untuk memproduksi golok sendiri.

“Sebelum menggeluti bisnis kerajinan golok, saya anggota KPU Kota Cilegon selama dua periode (10 Tahun). Setelah benar-benar keluar dari KPU, saya lebih intensif dan fokus pada usaha yang saya lakukan ,” ujarnya.

Sebagai penggiat Pemilu dan anggota  jaringan demokrasi Indonesia yang anggotanya seluruh  eks Komisioner KPU dan Bawaslu. Dirinya selalu diminta sebagai narasumber Kepemiluan dan diundang pada momen-momen tertentu.

“Saya masuk menjadi anggota Jaringan Aliansi Demokrasi Indonesia (Jadi). Dimana untuk pusat Ketua Juri Ardiantoro, beliau adalah eks Ketua KPU RI dan di Banten Syaeful Bahri,” tuturnya.

Rasa cintanya pada seni pencak silat, membulatkan niatnya untuk memproduksi golok sendiri dan mulai membangun bisnis di bidang ini dengan lebih serius. Habibi menyadari betul bahwa kebutuhan masyarakat terhadap golok bersifat temporal.

“Dengan pondasi bisnis yang diniatkan karena kecintaan terhadap budaya juga keinginan, saya juga mengedukasi masyarakat Cilegon khususnya dan Banten umumnya. Alhamdullilah semua hambatan dapat dilalui dengan baik,” ucapnya.

Kini, dirinya mempunyai workshop yang berada di belakang tempat tinggalnya. Ia masih memperoduksi golok. Baik golok kerja, golok untuk keperluan di padepokan atau lainnya.

Saking cintanya ia bersedia menjadi narasumber apabila ada diskusi atau seminar mengenai golok. Dimana bagi dirinya adalah Golok Urang Banten yang mempunyai makna Karena Cinta adalah kekuatan.

Pihaknya juga focus dalam melakukan pembinaan olahraga Pencak Silat. Dimana baru-baru ini dirinya mempersiapkan atlet untuk ikut serta dalam kejuaraan nasional di Jakarta antar perguruan silat satria muda indonesia. Untuk Banten sendiri siap mengirimkan setelah seleksi dibulan agustus di Kabupaten Pandeglang.(Anto-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR