Kota Cilegon, (LC)- Sebagai langkah penguatan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan 2025–2026 dan potensi bencana hidrometeorologi, PMI Se-Provinsi Banten resmi mengaktifkan Posko dan Satgana.
Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar PMI Provinsi Banten pada Jumat, 28 November 2025.
Dalam arahannya, Kepala Markas PMI Provinsi Banten, Embay Bahriyah, menyampaikan beberapa poin penting terkait kesiapsiagaan pada puncak musim hujan.
‘’Posko PMI di seluruh Kabupaten/Kota harus aktif 24 jam. Kemudian data kejadian dan pelaporan harus dilakukan secara cepat dan akurat,”kata embay melalui zoom meeting.
Ia menuturkan, koordinasi lintas instansi harus diperkuat, termasuk dengan BPBD, pemerintah daerah, dan relawan sektor lain.
“Tim Satgana dan Pertolongan Pertama harus siap dimobilisasi dengan SOP yang jelas. Dan upaya mitigasi dan edukasi masyarakat perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko dampak bencana,” ujarnya.
Sementara itu, PMI Kota Cilegon, yang hadir melalui Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Kota Cilegon, Alim Hidayat, menyampaikan bahwa koordinasi ini menjadi momentum penting untuk menyamakan mekanisme respon bencana.
“Kami di PMI Kota Cilegon telah menyiagakan tim di Markas dan memastikan koordinasi dengan Kecamatan serta para relawan berjalan aktif. Rapat ini mempertegas sinergi lintas wilayah agar siap saat dibutuhkan,”tuturnya.
Dalam rakor tersebut juga, ujar dia, diberikan materi terkait kesiapsiagaan, alur komando posko, assessment bencana, manajemen data, serta koordinasi dengan instansi lain, sehingga seluruh satuan tugas memiliki pemahaman yang sama dalam prosedur respons darurat.
“Dengan aktifnya Posko PMI se-Provinsi Banten, diharapkan PMI di seluruh wilayah semakin siap, sigap, dan solid dalam membantu masyarakat ketika terjadi situasi darurat bencana pada musim penghujan,”ungkapnya.
(Mang Jeo-Red)***
