Kota Cilegon, (LC)- Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian resmi memiliki Ruang Pusat Pemantauan Keamanan Siber.
Di mana, ruangan tersebut menjadi ruang rahasia dan hanya beberapa orang tertentu saja bisa masuk untuk mengakses data yang diperlukan.
“Jangan sampai peretas dengan mudah masuk dan mengacak-acak data. Kami harap dengan adanya ini ibarat sebuah komplek ini sudah ada keamanan, sehingga tidak sembarangan orang bisa keluar masuk,” kata Helldy Agustian, Jumat, 6 Desember 2024.
Ia menuturkan, aplikasi system kemanana siber yang dimiliki oleh Pemkot Cilegon akan terintegrasi dengan semua OPD dan juga industry.
“Artinya, ini salah satu program Smart City Cilegon, yang telah berhasil dilaksanakan. Hanya tinggal perawatan dan nanti akan dipantau langsung,”ujarnya.
Kepala Diskominfo Kota Cilegon Agus Zulkarnain menjelaskan, adanya ruangan tersebut bertujuan untuk memroteksi dan memberikan keamanan semua data digital yang dimiliki Pemkot Cilegon.
“Ada perangkat modern yang disiapkan, dasbor analitik, sensor rekaman. Diharapkan dengan diresmikannya ruang pusat pemantauan dan keamanan tersebut bisa menurunkan tingkat kerawanan siber semua aplikasi yang dimiliki pemerintah,”tutur Agus
Agus menyatakan, program tersebut merupakan salah satu proyek perubahan dalam Diklatpim yang sedang dijalani dirinya. Di mana, itu dilakukan dalam merespons tantangan dalam dunia siber, terutama soal keamanan.
“Ini membuat gagasan merespons tantangan, sehingga ada pusat pemantauan keamanan. Dimana, ada mitigasi yang dilakukan. Aplikasi ini juga sebagai salah satu pencegahan dari hacker yang pernah meretas sejumlah situs di pemkot Cilegon,”ucanya.
Sementara itu, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Ri Danang Jaya mengungkapkan, ruangan tersebut sangat rahasia dan tidak boleh sembarangan orang masuk. Sebab, didalamnya ada banyak alat modern.
“Jika ketahuan ini nantinya akan mudah dikenali alatnya dan rawan. Jadi ini tidak boleh di foto, dipublikasikan apa yang ada dalam ruangan. Dan kami membantu Pemkot Cilegon untuk menyimpan data deserver,”ungkapnya. (Anto-Red)***
