Sekda Cilegon Maman Mauludin Minta Penanganan Stunting Terintegrasi, Ini Penjelasannya

Oleh: Langit Cilegon
191 views
A+A-
Reset

Kota Cilegon, (LC) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Maman Mauludin meminta kepada para OPD agar penanganan stunting terintegrasi.

Hal itu dikatakannya dalam memimpin rapat koordinasi penanganan stunting diakhir tahun 2024. Dimana pihaknya melaksanakan dua strategi, yaitu intervensi gizi spesifik dan gizi sensitive.

“Kalau melihat perbandingan kemarin dan mendapat undangan, artinya penanganan stunting di Kota Cilegon sudah sangat bagus,”kata Maman Mauludin, Rabu, 30 Oktober 2024.

Ia menuturkan, apa yang dilakukan melalui berbagai kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan dengan sasaran masyarakat umum. Dan kolaborasi antar instansi merupakan langkah yang sangat penting dalam mengatasi stunting.

“Ini akan ada rencana aksi sebuah komitmen tentang bapak asuh. Dimana para OPD akan menyumbangkan atau menjadi bapak asuh kepada anak penderita stunting. Karena memang, kalau mengandalkan APBD diperubahan, minim,”ujarnya.

Ia menambahkan, orang tua asuh dalam penanganan stunting, akan dilakukan minggu depan. Dimana, hal itu merpakan bagian dari komitmen.

“Nanti, yang menjadi leader dalam aksi tersebut adalah Camat Purwakarta. Baguslah mengingatkan kepada para OPD, karena ini memang bagian daei komitmen kami untuk berbagi dengan masyarakat Cilegon,”tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Ratih Purnamasari, mengatakan, angka stunting di Kota Cilegon berhasil menurun dari 850 kasus pada Juni 2024 menjadi 818 kasus pada Agustus 2024.

“Alhamdulillah, angka stunting di Cilegon menurun. Ini adalah hasil dari tiga kali penimbangan yang kami lakukan sepanjang tahun ini,” ucapnya.

Upaya pencegahan stunting tidak bisa hanya dilakukan oleh sektor kesehatan. Dinas Kesehatan hanya berkontribusi dalam 30% intervensi spesifik, sementara 70% intervensi lainnya melibatkan sektor lain, seperti peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan penyediaan air bersih.

“Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mencapai hasil yang lebih maksimal. Lebih dari 60% masyarakat di Cilegon masih belum memahami apa itu stunting. Dan ada juga bayi yang lahir dengan berat badan rendah bawaan penyakit,”ungkapnya. (Anto-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR