Banten, (LC)- Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (DPD Golkar) I, Banten dan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Banten telah merombak struktur ke partaian.
Hal ini dilakukan setelah Partai-Partai di Banten telah melakukan Pemilihan Kepala Daerah Gubernur, Wakil Gubernur.
Al Hasil di Banten sendiri, kedua parrtai tersebut baik Golkar maupun PAN, telah memilih ketua Partai untuk menakhodai perahu politik dalam menuju pesta demokrasi yang akan digelar pada tahun 2029 mendatang.
DPD I Partai Golkar Banten, sebagai partai pemenang pemilu 2024 di Provinsi Banten, telah menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI di Nemuru Grand Serpong Hotel, Kota Tangerang, beberapa waktu lalu.
Hasilnya, Andika Hazrumy terpilih secara aklamasi menggantikan Ratu Tatu Chasanah, sebagai Ketua DPD Partai Golkar Banten periode 2025-2030.
Terpilihnya Andika Hazrumy sebagai Ketua DPD Partai Golkar Banten, sebelumnya telah diprediksi oleh pengamat politik.
Dengan latar belakang pernah memimpin Provinsi Banten, sebagai Wakil Gubernur, Andika Hazrumy kini menakhodai Golkar Banten.
Kejutan menarik justru terjadi pada DPW PAN. Partai berlambang matahri tersebut, memilih Irna Narulita sebagai ketua DPW PAN periode 2025-2030.
Padahal saat menjabat Bupati Pandeglang, periode 2019-2024, Irna Narulita, secara gambling dirinya berseragam partrai Banteng Moncong Putih.
Sebelum ke Partai Banteng Moncing Putih, Istri dari Wagub Banten, Dimyati Natasukumah tersebut berseragam PPP, kemudian pindah ke Demokrat.
Oleh karena itu, PAN adalah yang keempat kalinya menjadi pilihan Irna Narulita dalam mengarungi kancah perpolitikan.
Pengamat politik The Sultan Center, Edi Muhamad Abduh, mengatakan, adalah hal yang lumrah apabila orang berganti dalam urusan politik.
“Saya kira ini adalah hal yang lumrah, apabila orang dalam berpolitik pindah partai. Ini bisa terjadi pada siapa saja, karena pasti ada kepentingan,’kata Edi Muhamad Abduh, Jumat, 13 Juni 2025.
Ia menuturkan, pindahnya pilihan politik, pasti ada alasan. Karena system demokrasi di Indonesia sudah diatur. Dan masing-masing partai punya mekanisme sendiri.
Ia melanjutkan, untuk Partai lain, seperti Gerindra, PKS, PPP, Nasdem, PKB juga Demokrat pasti akan menggelar Musyawarah guna memilih pemimpin ditingkat Banten.
“Ini baru 2 partai, belum partai besar lainnya. Dimana, nanti akan menyusul di Kabupaten dan Kota. Yang menarik adalah Partai Gerindra sebagai partai Pemenang Pilkada Gubernur dan juga Pilkada Kabupaten Kota,”ujar Edi Muhamad Abduh.
“Saya yakin, konstelasi peta politik akan berubah. Baik di Banten maupun di daerah seperti Kabupaten dan Kota. Kita tunggu saja nanti,”sambung Edi Muhamad Abduh. (Mang Jeo-Red)***
