Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo Sampaikan Rotasi dan Mutasi Sesuai Manajemen Talenta, Ini Penjelasannya

Oleh: Langit Cilegon
129 views
A+A-
Reset

Kota Cilegon, (LC) – Guna mendapatkan ASN yang berkompeten, di tahun 2026, Pemkot Cilegon akan menggunakan manajemen talenta dalam melakukan rotasi dan mutasi ditahun 2026.

Hal itu dikatakan oleh Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo saat menggelar konferensi pers di sela-sela kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Banten, di Jurnalis Boarding School, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.

“SK sudah ditandatangani dimana sistem mutasi dan rotasi di Pemkot Cilegon akan menggunakan manajemen talenta. Dan saya Wakil Wali Kota Cilegon sebagai ketua tim,” kata Fajar Hadi Prabowo, Jumat, 5 Desember 2025.

Ia menuturkan, dalam proses menuju sistem rotasi dan mutasi yang menggunakan manajemen talenta, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo mencontohkan negara Singapura.

“Dimana, Singapura tidak memiliki penerbangan domestik. Tapi, diluar bisnis itu mereka nomer 3 untuk maskapai penerbangan, sungguh luar biasa,” ujarnya.

Sistem Merit dalam penilaian kinerja ASN atau manajemen talenta, saat ini sudah banyak digunakan di daerah lain. Kota Cilegon, kembali tengah berproses untuk melakukan mutasi rotasi menggunakan manajemen talenta.

“Tujuan menggunakan manajemen talenta dalam mutasi dan rotasi adalah memudahkan para ASN Pemkot Cilegon untuk memenuhi standar kompetensi jabatan,” tuturnya.

Ia melanjutkan, dalam sistem manajemen talenta ada 9 bok yang akan digunakan dalam sistem rotasi dan mutasi. “Yang paling bawah bok 1, 2 dan 3, itu untuk terminologi. Kemudian bok 4, 5, dan 6 adalah mix talent pool. Setingkat eselon IV dan III dimana bisa melihat dari jenjang kompetensi. Sementara untuk box, 7, 8, dan 9 champions, ini khusus untuk eselon II,” ucapnya.

Pemkot Cilegon, ujar dia, saat ini juga tengah menugaskan ratusan ASN untuk mengikuti profilling di BKN Perwakilan Banten. Dimana hal itu cikal bakal menuju rotasi dan mutasi menggunakan manajemen talenta.

“Untuk gelombang pertama sebanyak 548 ASN, kemudian gelombang kedua 377 sehingga total mencapai 925 ASN. Jumlah tersebut terdiri dari Sekdis, Kabid, Kabag, Camat, Sekmat, Lurah, Seklur dan jabatan fungsional lainnya,” ungkap Fajar Hadi Prabowo.

“Kami berharap dalam menggunakan sistem manajemen talenta, tidak ada halangan dan lancar sesuai target kami dan dapat menghasilkan ASN yang berkompeten,” sambungnya.

(Himawan Sutanto-Red) **

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR