14 Gerai KDMP Di Kota Cilegon Telah Di Bangun

Oleh: Langit Cilegon
10 views
A+A-
Reset

CILEGON, (LC), — Sebanyak 14 gerai dilaporkan telah rampung dibangun, sementara titik lainnya masih dalam proses pengerjaan. Hal itu terungkap dalam program disanguan atau diskusi wartawan mingguan yang digelar oleh PWI Perwakilan Kota Cilegon, Rabu, 26 Agustus 2026.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon, H. Suhendi, mengatakan berdasarkan laporan terbaru, terdapat sekitar 22 titik gerai koperasi yang sedang dalam proses pembangunan. Sementara 14 titik lainnya telah selesai dibangun 100 persen.

Menurut Suhendi, lokasi pembangunan gerai koperasi di Cilegon mayoritas berada di tengah lingkungan masyarakat dan tidak berada di lokasi yang sulit dijangkau.

“Untuk di Cilegon, titik-titiknya tidak jauh-jauh dari perumahan. Rata-rata masih berada di lingkungan masyarakat,” ujar Suhendi.

Ia menjelaskan, penentuan lokasi pembangunan tidak dilakukan secara sembarangan. Salah satu pertimbangan utama adalah ketersediaan lahan yang merupakan aset pemerintah.

Informasi mengenai lahan tersebut umumnya diperoleh dari tingkat kelurahan, kemudian dikonfirmasi kepada bagian aset pemerintah daerah melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Selain aset pemerintah daerah, pembangunan gerai juga dapat memanfaatkan lahan milik perusahaan, termasuk BUMN maupun perusahaan lainnya. Beberapa titik di Cilegon disebut memanfaatkan lahan milik PT Krakatau Steel dan perusahaan lainnya.

“Pada dasarnya kita mengajukan surat permohonan lahan untuk didirikan koperasi. Kalau perusahaan mengizinkan, maka dibangun di situ,” tuturnya.

Suhendi menambahkan, pembangunan fisik gerai dilakukan oleh pihak Agrinas dengan pendampingan TNI. Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon tidak terlibat langsung dalam proses pembangunan maupun pengawasan teknis konstruksi.

Dinas Koperasi nantinya lebih berperan dalam menerima informasi mengenai titik pembangunan dan mempersiapkan pemanfaatan gerai bersama pengurus koperasi.

Meski sejumlah bangunan gerai telah selesai, Suhendi mengungkapkan hingga saat ini gerai-gerai tersebut belum seluruhnya mulai beroperasi.

Ia mengatakan, operasional gerai baru akan dilakukan setelah proses peluncuran dan suplai barang selesai. Pasokan barang diperkirakan mulai masuk sekitar akhir September atau awal Oktober 2026.

“Kemungkinan setelah launching dan barang disuplai, baru koperasi mulai beroperasi,” katanya.

Keberadaan gerai koperasi di tengah permukiman masyarakat sebelumnya menimbulkan pertanyaan mengenai potensi persaingan dengan pelaku usaha kecil yang sudah lebih dulu berjualan di sekitar lokasi.

Suhendi menilai keberadaan koperasi tidak harus dipandang sebagai ancaman bagi pelaku UMKM. Menurutnya, persaingan usaha merupakan hal yang wajar selama berlangsung secara sehat.

“Kalau namanya usaha, yang penting sehat dan tidak ada masalah dan sama-sama untuk melaqyani pembeli,” ujarnya.

Ia menyebut jam operasional koperasi nantinya juga tidak akan sama dengan warung masyarakat yang dapat buka selama 24 jam. Selain itu, koperasi diarahkan menjual barang dengan harga yang sesuai ketentuan, termasuk mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dengan pasokan barang yang bersumber langsung dari Bulog, koperasi diharapkan dapat memperoleh harga yang lebih rendah sehingga tetap memiliki margin sekaligus membantu menjaga kestabilan harga kebutuhan masyarakat.

“Yang penting kita menstabilkan harga,” katanya.

Tak hanya menjadi tempat penjualan kebutuhan pokok, Dinas Koperasi dan UKM juga membuka peluang agar produk pelaku UMKM lokal dapat dipasarkan melalui Gerai Koperasi Merah Putih.

Suhendi mengatakan produk UMKM yang memiliki daya tahan cukup lama menjadi salah satu jenis produk yang dinilai lebih mudah dipasarkan melalui gerai koperasi.

Sementara produk makanan basah atau yang memiliki masa simpan pendek membutuhkan pengelolaan khusus karena harus segera ditarik apabila tidak terjual.

(Anto-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR