BNPT Minta Waspadai Paham Radikalisme yang Menyusup Ke Ponpes

Oleh: Langit Cilegon
251 views
A+A-
Reset

Kota Cilegon, (LC)- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan pola-pola asesmen mitigasi sistem keamanan di berbagai tempat.

Hal itu dilakukan untuk mencegah aksi terorisme dan radikalisme yang disinyalir dapat menyusup ke Pondok Pesantren.

Deputi 1 Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT Mayor Jenderal TNI Roedy Widodo, disela-sela Hari Santri Nasional di kota Cilegon, mengatakan, pihaknya pada HSN mengangkat tema yang sangat luar biasa.

“Tema HSN ini sangat luar biasa dan jarang terjadi, anti narkoba, anti radikalisme dan anti terorisme. Tujuannya dalam rangka pencegahan, penangkalan secara dini, melakukan perlawanan dari lingkungan individu, keluarga. Dan komunitas sampai dengan bangsa Indonesia,”kata Mayjen TNI Roedy Widodo, Selasa, 22 Oktober 2024.

Ia menuturkan, antisipasi dan perlawanan itu menjadikan harapan sebuah community family reselience. Agar dengan adanya kewaspadaan nasiona yang cukup kuat.

“Agar dengan adanya kewaspadaan dini, pencegahan dini dan ketahanan nasional yang cukup kuat kita dapat melakukan perlawanan terhadap radikalisme,”ujarnya.

Semua itu, ujar dia, dilakukan agar masyarakat bisa melakukan perlawanan. Dimana, BNPT sebagai coordinator tetap juga mengkoordinasikan dan seluruh lembaga kementrian lainnya.

“Tujuannya, adalah meningkatkan kewaspadaan nasional sehingga dapat melakukan pencegahan dan pengecekan secara dini,”tuturnya.

Ciri-ciri pondok pesantren yang sudah tersusupi oleh terorisme, ujar dia, adalah adanya polarisasi yang sudah berubah.

“Dulu polanya dengan kekerasan, sekarang sudah berubah yakni sudah melebur bagaikan fenomena gunung es. Dan sudah tidak terlihat di permukaan, gejalanya adalah digitalisasi radikalisme, van raising,” ucapnya.

Pihaknya, ujar dia, akan terus melakukan pembentengan, Dimana, ada beberapa kelompok rentan yang harus diberikan perlindungan.

“Oleh karena itu, bagimana membentengi 3 kelompok rentan yakni Perempuan, Remaja dan Anak-anak. Hari santri ini momen yang sangat luar biasa untuk membentengi anak didik kita. Agar terjadi penguatan-penguatan dan antisipasi dari paham radikalisme. Kota Cilegon sendiri landau,”ungkapnya. (Anto-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR