Bagian Tiga (Habis), Ketimpangan Alokasi Anggaran Provinsi: Cilegon Terpinggirkan di Tanah Industri

Oleh: Langit Cilegon
7 views
A+A-
Reset

Oleh: Sam’udi Al Husaeni

Kegagalan Menerjemahkan Kepentingan Daerah

Political will tidak hanya diukur dari retorika, tetapi dari hasil konkret. Dalam konteks ini, kegagalan meningkatkan porsi anggaran untuk sektor strategis seperti sosial dan lingkungan menunjukkan bahwa kepentingan masyarakat belum sepenuhnya menjadi prioritas utama.

Padahal, pemerintah kota memiliki legitimasi kuat untuk menuntut:

* Kompensasi atas beban lingkungan akibat industri

* Peningkatan anggaran untuk perlindungan sosial

* Dukungan fiskal terhadap pembangunan berkelanjutan

Tanpa langkah konkret, pemerintah daerah berisiko kehilangan kepercayaan publik, terutama jika masyarakat mulai merasakan dampak langsung dari minimnya intervensi di sektor-sektor krusial.

Risiko Jangka Panjang

Ketimpangan alokasi ini bukan tanpa konsekuensi. Dalam jangka panjang, kebijakan yang tidak proporsional dapat memicu berbagai persoalan serius, antara lain:

 Meningkatnya ketimpangan sosial, akibat minimnya intervensi pada sektor sosial

 Degradasi lingkungan, karena rendahnya investasi pada pengelolaan lingkungan hidup

 Menurunnya kualitas hidup masyarakat, terutama di kawasan terdampak industri

 Potensi konflik sosial dan ekologis, antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku industri

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menimbulkan biaya sosial dan ekonomi yang jauh lebih besar di masa depan.

Saatnya Evaluasi dan Reformasi

Pemerintah Provinsi Banten perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap formula alokasi anggaran. Namun di sisi lain, Pemerintah Kota Cilegon juga harus memperkuat peran dan keberanian politiknya.

Beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan antara lain:

 Menyusun strategi advokasi fiskal berbasis data

 Membangun koalisi kepentingan dengan DPRD dan pemangku kepentingan lain

 Mendorong skema kompensasi daerah industri

 Memprioritaskan ulang anggaran internal pada sektor sosial dan lingkungan

Penutup

Ketimpangan alokasi anggaran yang dialami Kota Cilegon bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga persoalan keberanian politik. Tanpa political will yang kuat dari pemerintah daerah, ketidakadilan ini akan terus berlangsung.

Sudah saatnya pemerintah tidak hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi juga aktor aktif yang memperjuangkan kepentingan rakyatnya. Karena pada akhirnya, anggaran bukan hanya soal angka, melainkan soal keberpihakan. (Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR