Kota Cilegon, (LC)- Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Banten, menyampaikan kesiapan dan komitmennya bersama seluruh stakeholder dalam menghadapi Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Pihaknya membuka Posko Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di Pelabuhan Merak.
Kepala KSOP Banten Mukhlish Tohepaly, menyatakan, kondisi pelabuhan Merak terpantau cukup kondusif walaupun di sertai angin kencang sehingga beberapa kapal mengalami kesulitan proses sandar.
“Selain itu juga sedang dilakukan perbaikan fasilitas pelabuhan pada dermaga 5 di pelabuhan Merak dan dermaga 3 di pelabuhan Bakauheni,”kata Mukhlis Tohepaly, Kamis, 19 Desember 2024.
Ia menuturkan, terkait dengan cuaca ekstrem yang akan tertundanya keberangkatan kapal, tentunya KSOP dengan stakeholder telah menyiapkan buffer area di PT. IKPP untuk menampung antrian kendaraan yang akan menyeberang.
“Selain itu pihaknya juga menyiapkan dermaga alternatif yaitu PT. BBJ dan PT. Pelindo (Ciwandan), kita juga akan berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak terkait untuk melaksanakan rekayasa lalu lintas di jalan tol maupun jalan arteri menuju pelabuhan,” ujar Mukhlish.
KSOP Banten, ujar dia, juga telah membentuk Posko Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 untuk melakukan pemantauan yang dimulai pada tanggal 18 Desember 2024 sampai dengan 8 Januari 2025.
“Posko ini bertujuan untuk memantau situasi di lapangan sekaligus menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan penumpang dan kendaraan pada pelabuhan penyeberangan Merak” tuturnya.
Hal yang tak kalah penting, tutur dia, bahwa KSOP Banten memastikan seluruh armada kapal penyeberangan dalam keadaan laik laut dan bahu membahu bersama stakeholder. Dalam meningkatkan pengawasan terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran, termasuk mengantisipasi cuaca ekstrim.
“Untuk itu, diharapkan seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui penyeberangan untuk mematuhi arahan petugas dilapangan,”ucap Mukhlis.
“Dan juga para Nahkoda agar selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG. Kami juga akan melakukan penundaan keberangkatan kapal apabila terjadi kondisi cuaca buruk, karena keselamatan pelayaran tidak dapat dikompromi,” sambung Mukhlis Tohepaly. (Anto-Red)***
