LDNU Kota Cilegon Gelar Istighosah, Ini Harapannya

Oleh: Langit Cilegon
184 views
A+A-
Reset

Kota Cilegon, (LC)- Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Cilegon menyelenggarakan istigasah di lingkungan Berigil, Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kamis, 21 Agustus 2025 malam.

Acara yang mengusung tema “Berkhidmat dan Bermunajat Untuk Kota Cilegon Maslahat” merupakan agenda rutin bulanan dari LDNU sebagai upaya untuk menjaga dan melestarikan tradisi keagamaan yang dianut oleh Nahdliyin (warga NU).

​Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon, Erick Rebiin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, lembaga, badan otonom, serta warga sekitar atas partisipasi aktif dalam gelaran istighosah tersebut. I

Ia menekankan pentingnya menjaga kegiatan tersebut sebagai salah satu cara untuk memperkuat tradisi ke-NU-an yang telah diwariskan oleh para ulama terdahulu.

​”Kegiatan ini harus terus kita jaga dengan rasa ikhlas dan menjadi penguat tradisi kita,” kata Erick Rebiin.

Ia menuturkan, dirinya  juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Cilegon untuk merapatkan barisan dalam menjaga budaya beragama yang khas.

Ia menyoroti pentingnya melestarikan tradisi-tradisi seperti tahlilan, mauludan, dan ziarah kubur yang saat ini kerap disalahpahami dan dianggap bid’ah (sesuatu yang diada-adakan dalam agama tanpa dasar syariat) oleh sebagian kelompok.

Selain itu, Erick mengajak para pemuda dan masyarakat luas untuk terlibat aktif dalam kegiatan dan berkhidmat di lingkungan PCNU Kota Cilegon.

“Kami berharap para pemuda dan masyarakat terlibat dan aktif dalam berbagai kegiatan Nahdlatul Ulama dilingkungan sekitar,”ujarnya.

​Turut hadir dalam acara tersebut, Fathul Mubhin (Gus Mubin), salah satu wakil tanfidziyah yang mengisi ceramah kebangsaan dan menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya cinta tanah air (hubbul wathan).

Ia menjelaskan bahwa tradisi seperti tahlilan memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai sarana ibadah sekaligus media untuk mempererat silaturahmi antar masyarakat.

Gus Mubhin juga menekankan bahwa tradisi ngeriyung (berkumpul bersama) mengandung nilai-nilai Pancasila, di mana masyarakat dapat memperkuat kerukunan dan kebersamaan.

​Secara keseluruhan, istigasah yang diselenggarakan oleh LDNU Cilegon ini tidak hanya menjadi wadah untuk berdoa bersama. Tetapi juga berfungsi sebagai penguat identitas keagamaan dan kebangsaan, serta sebagai upaya nyata untuk menjaga tradisi ulama yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan persatuan bangsa. (sumber NU Online Cilegon-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR