CILEGON, (LC)- Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kota Cilegon mendorong agar Pemkot Cilegon melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menambah alat Early Warning System (EWS) berupa sirine untuk dipasang di wilayah pesisir atau yang berdekatan di Kota Cilegon.
Ketua FPRB Kota Cilegon, Hasbi Sidik, mengatakan, sampai dengan saat ini jumlah EWS yang ada di Kota Cilegon sangat minim. Oleh karena itu, ia meminta agar dapat diperbanyak.
“Alat EWS yang berupa sirine ini sangat penting sekali. Karena menjadi salah satu alat antisipasi bencana tsunami,” kata Hasbi Sidik, Senin, 7 September 2026.
Ia menuturkan, penambahan dan optimalisasi alat mitigasi bencana ini harus dilakukan oleh Pemerintah Kota Cilegon . Dimana bagus untuk memperkuat sistem keamanan masyarakat pesisir dari potensi bahaya tsunami.
“Kalau saya melihat data yang ada, baru 5 unit sirine Early Warning System (EWS) peringatan dini tsunami yang telah terpasang di wilayah Kota Cilegon. Harusnya setiap pesisir wilayah Cilegon terpasang,” ujarnya.
Bencana alam, ujar anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Gerindra tersebut,tidak ada yang tahu. Oleh karena itu, dirinya mewanti-wanti agar BPBD Cilegon dapat mempersiapkan sarana dan prasarana untuk antisipasi bencana.
“Kita tidak tahu kapan terjadinya bencana, namun kita bisa mengurangi resiko korban bencana dengan adanya alat tersebut. Sehingga warga yang mendengar bunyi sirine bisa mempersiapkan diri. Hal itu salah satu dari kesiapsiagaan mitigasi bencana,” tuturnya.
Disinggung mengenai kapan pemasangan alat EWS berupa sirine. Hasbi Sidik menjawab, secepatnya. Mengingat saat ini tengah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
“Kalau bisa secepatnya. Dan seluruh perangkat EWS yang akan dipasang dipastikan berfungsi dengan baik dan pengoperasiannya dikoordinasikan langsung bersama Pemerintah Provinsi dan BMKG,” ucapnya.
Ia menambahkan, dengan kondisi yang terjadi saat ini, pihaknya menghimbau kepada warga Cilegon agar dalam beraktifitas keluar rumah memakai masker.
“Sebagai ketua FPRB, saya menghimbau kepada warga Cilegon agar dapat menjaga kesehatan dari debu vulkanik untuk memakai masker. Dan juga memakai kacamata apabila keluar rumah dalam menggunakan kendaraan ,” ungkapnya.
Seperti diketahui, BNPB memberikan bantuan alat EWS untuk lima kelurahan. Dan kini telah terpasang yakni Mekarsari, Lebakgede, Gerem, Kubangsari, dan Gunung Sugih. Seluruhnya berada di sepanjang garis pantai dan masuk kategori wilayah berisiko tinggi.
(Anto-Red)***
