Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Ajak PMII Kritis dan Berkontribusi Membangun Kota Cilegon

Oleh: Langit Cilegon
9 views
A+A-
Reset

CILEGON, (LC)-  Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo mengajak pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Cilegon untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah yakni dengan memberikan kritik dan saran yang membangun.

Ia juga menegaskan jika pengukuhan kepengurusan bukan sekedar acara seremoni, melainkan sebagai momentum bagi kader PMII untuk menjalankan tanggung jawab organisasi serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Hal itu dikatakan Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, saat menghadiri Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Cilegon Periode 2026-2027 di Aula DPRD Kota Cilegon, Jum’at 09 Oktober 2026.

“Tanggung jawab kalian adalah merawat dan membangun. Saya titip, tolong bantu kami membangun kota ini. Membangun bukan berarti kalian harus bekerja secara fisik, tetapi berikan sumbangsih melalui kritik dan sarannya,” katanya.

Ia menuturkan, mahasiswa memiliki peran penting dalam mengawal jalannya pemerintahan termasuk mengingatkan pemimpin ketika terdapat kebijakan yang dinilai belum transparan atau membutuhkan penjelasan.

Sikap kritis, ujar dia, harus disertai dengan pemahaman yang baik serta didukung dengan informasi yang memadai.

“Jadilah kritis ketika ada kebijakan yang menurut kalian tidak transparan atau tidak jelas. Bertanyalah, apa pertimbangannya, bagaimana implementasinya dan berapa anggarannya. Jangan pernah takut,” katanya.

Fajar menilai bahwa kritik mahasiswa merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas pemerintahan. Menurutnya, aspirasi tersebut dapat menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus memperbaiki kinerja serta menjalankan amanah kepemimpinan dengan baik.

“Saya bersyukur ketika menjabat sebagai Wakil Wali Kota ada yang mengingatkan, ada yang melihat dan ada yang memberitahu bagaimana semestinya kami menjalankan pemerintahan dengan baik,” jelasnya.

Fajar berharap kepengurusan PMII Kota Cilegon yang baru dapat melanjutkan program-program positif kepengurusan sebelumnya serta menjaga ideologi organisasi. Fajar juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Cilegon terbuka terhadap masukan dan dialog dengan mahasiswa.

“Jangan pernah sungkan. Pintu ruangan saya selalu terbuka untuk kalian. Tolong lakukan kritik dengan cara yang membangun, berikan kami pengingat dan motivasi serta jangan pernah berhenti memberikan masukan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua 2 Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Muhamad Tasir mengungkapkan bahwa terdapat tiga aspek yang menjadi landasan lahirnya PMII yakni Nahdlatul Wathan dalam bidang politik, Nahdlatul Tujjar dalam bidang ekonomi, dan Taswirul Afkar dalam bidang pendidikan.

Tasir menilai jika Ketiga aspek tersebut dapat menjadi fondasi bagi kader PMII untuk melahirkan gagasan, membangun gerakan serta mendorong perubahan.

“PMII lahir dari tiga spirit yang harus terus dikuatkan untuk mencetak kader – kader hebat dan menjadi pelopor perubahan gerakan. Tiga spirit inilah yang harus dipahami dan dikuasai oleh kader-kader PMII hari ini,” ujarnya.

Tasir juga mengajak kader PMII untuk mengevaluasi pola kaderisasi yang selama ini berjalan. Berdasarkan pengalamannya selama hampir 14 tahun di PMII, Tasir mengatakan semangat kader cenderung tinggi pada tahap awal dan melemah ketika memasuki tahapan kaderisasi berikutnya.

“Spirit kader biasanya meletup di awal, sudah masuk tahapan menengah loyo, tahapan tinggi sudah hilang tenaganya. Itu realitas dan fakta. Oleh karena itu, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama agar proses kaderisasi tidak hanya menghasilkan semangat pada tahap awal, tetapi juga membangun konsistensi, kapasitas dan keberlanjutan gerakan,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Cilegon Terpilih Akhmad Fauzi Al Bantani menegaskan bahwa PMII bukan sekadar organisasi mahasiswa, melainkan sebagai wadah yang berperan dalam memperjuangkan kebenaran serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

“Sejak berdiri pada 1960, PMII terus menjaga eksistensinya dengan melahirkan kader-kader penggerak, pemikir dan pejuang di tengah perkembangan zaman. PMII bukan sekadar organisasi kumpul-kumpulan saja, tetapi sebagai organisasi kaderisasi yang memperjuangkan mana yang hak dan yang batil,” ucapnya.

Lebih lanjut, Fauzi juga mengatakan jika PMII menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperdalam ilmu pengetahuan, mengasah kemampuan berdiskusi, serta membentuk karakter yang kritis dan berintegritas.

“Melalui proses kaderisasi, PMII diharapkan mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kepedulian terhadap berbagai persoalan di masyarakat. PMII akan terus melahirkan kader-kader penggerak, kader-kader pemikir dan kader-kader pejuang,” katanya.

“Saya harap PMII, khususnya di Kota Cilegon, dapat memberikan kontribusi positif, tidak hanya di kampus dan masyarakat, tetapi juga di tingkat nasional maupun luar negeri,” sambungnya. (Anto-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR