Kota Cilegon, (LC)- Semakin dekatnya rencana pengosongan lahan lahan di Kampung Lapak, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, mulai memunculkan keresahan dari warga.
Ratusan warga yang mendiami lahan tersebut,mendatangi dan mengadu ke Sekretariat PCNU di Krotek, Kali Timbang.
Sejumlah warga menyuarakan harapan agar salah satu ormas terbesar di Indonesia tersebut turun tangan dan membantu warga yang telah lama tinggal di kampong lapak, Kelurahan sukmajaya Kecamatan Jombang.
Kedatangan ratusan warga kampong lapak, diterima oleh Ketua PCNU Cilegon, Erick Rebiin didampingi sejumlah pengurus lainnya.
Kuasa hukum warga kampong Lapak, Ridwan SH, mengatakan, pihaknya hanya meminta kepada pemilik lahan agar dapat memberikan bukti kepemilikan.
“Kami sengaja mendatangi Sekretariat PCNU, dimana warga kampong lapak ini adalah warga Nahdliyin. Saya sebagai kuasa hukum juga tengah berjuang dan mencoba memfasilitasi warga ke PCNU,”katanya, Rabu, 23 Juli 2025.
Ia menuturkan, dirinya menerima surat edaran agar lahan yang berada di kampong lapak tersebut untuk di kosongkan pada 9 Agustus 2025.
“Namun, sejumlah warga dan ada Pak RT yang tinggal disitu, tidak keberatan. Hanya saja bukti kepemilikan lahan itu yang harus bisa ditunjukkan ke warga,”ujarnya.
Warga, ujar dia, akan di gusur secara sepihak tanpa prosedur hukum. Oleh karena itu, pihaknya menjalin komunikasi dengan PCNU.
“Ada banyak fasilitas sosial, seperti masjid dan lainnya. Keinginan warga, kalo memang tanah itu ada pemiliknya, maka kami minta bukti kepemilikan.Oleh karena itu, kami mohon bantuan dari PCNU Kota Cilegon,”tuturnya.
Ketua PCNU Cilegon, Erick Rebiin, mengatakan, pihaknya menyampaikan terima kasih atas kunjungan dari warga kampong lapak, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang.
“Terima kasih atas kunjungannya, kami dari PCNU tidak bisa memberikan putusan. Namun kami wajib menerima dan menampung curhatan dari saudara-saudara kami,”ucapnya.
Atas permasalahan tersebut, pihaknya akan membentuk tim khusus dalam melakukan penanganan masalah tersebut. Sehingga bisa ada jalan keluar.
“Kami akan bentuk tim, semisal Satgas dan akan mempelajari situasi di lapangan. Tugas Satgas, nantinya akan melakukan koordinasi dengan BPN, Pemerintah dan lainnya. Kami akan mencari solusi yang terbaik,”ungkap Erick Rebiin.
Ia meminta kepada warga kampong lapak, agar tidak berbuat anarkis dan tenang dalam menghadapi permasalahan tersebut.
“Artinya, kami akan mencari solusi, karena bukan masalah lahan, tapi bagaimana caranya memanusiakan manusia. Apalagi tanah tersebut statusnya milik siapa dan belum tahu juga. Kami juga akan melapor kepada Rois Syuriah sebagai salah satu tindak lanjut kami,”imbuhnya. (Mang Jeo-Red)***
