DP3AP2KB Cilegon Berikan Pendampingan pada Keluarga dan Teman Korban yang Meninggal

Oleh: Langit Cilegon
191 views
A+A-
Reset

CILEGON, (LC)-Meski kasus perampokan yang disertai dengan pembunuhan terhadap seorang bocah berusia 9 tahun yang telah diungkap oleh tim gabungan yang terdiri dari Polres Cilegon, Polda Banten dan Mabes Polri.

Namun, duka mendalam masih dialami oleh keluarga korban. Terlebih ibu dan kakak korban masih mengalami trauma.

Oleh karena itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Cilegon masih memberikan pendampingan.

“Untuk pendampingan terhadap keluarga korban, kami sudah lakukan kunjungan beberapa kali. Namun kami mengutamakan memberikan trauma healing kepada ibunya,”kata Kepala DP3AP2KB, Lia Nurlia Mahatma melalui sambungan telepon, Sabtu, 10 Januari 2026.

Ia menuturkan, ada alasan kenapa pihaknya memberikan pendampingan kepada ibunya. Karena, hal itu diutamakan terlebih dahulu.

“Kami berikan pendampingan secara psikologis kepada ibunya. Untuk kakak korban masih belum ada waktu karena masih ada pemeriksaan-pemeriksaan yang lain,”ujarnya.

Baca Juga :

https://langitcilegon.id/stadion-geger-cilegon-bakal-diperluas-untuk-otomotif-center/

https://langitcilegon.id/yes-honor-guru-ngaji-dan-madrasah-di-cilegon-tahun-2025-terbayarkan/

Pihaknya juga telah menerima aduan dari keluarga lainnya. Dimana, anak korban berteman dengan anak lainnya yang masih satu sekolah.

“Korban ini sangat bagus, berprestasi, periang dan banyak temannya disekolah. Makanya kami menerima laporan dari salah satu keluarga. Dimana anaknya berteman dengan korban, sering mengigau dan menyebut nama korban,” tutur Lia Nurlia Mahatma.

“Untuk teman korban, baru terinformasikan satu yang sudah lapor ke kami melalui ponsel. Namun, kami belum terima laporannya dari yang lain. Kalaupun masih ada laporan keterkaitan dengan teman-temannya yang traumatic, maka kami akan berikan pendampingan,” sambung Lia Nurlia Mahatma.

Seperti diketahui, seorang bocah berusia 9 tahun pada Desember 2025 lalu, tewas dengan belasan luka tusukan ditubuhnya di Kota Cilegon.

Kasus ini terungkap dan di ekspos oleh Polres Cilegon beberapa waktu lalu dengan menghadirkan tersangka berinisial AH (31).  Dimana pelaku merupakan salah satu pegawai di industry dan motifnya adalah ekonomi.

(Mang Jeo-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR