Banjir Cilegon dan Tantangan Tata Kelola Kota Industri (Tulisan Ketiga Habis)

Oleh: Langit Cilegon
135 views
A+A-
Reset

Oleh : Muchamad Faishal, ST.M.Ling (can)

Dalam jangka panjang, pembangunan saluran air besar atau flood canal di kawasan industri Ciwandan dapat menjadi alternatif solusi. Infrastruktur ini berfungsi sebagai jalur pelepas debit air secara cepat menuju laut ketika terjadi peningkatan volume air yang signifikan.

Namun solusi teknis semata tidak cukup. Kota modern saat ini juga mulai mengintegrasikan konsep green infrastructure dalam pengelolaan air perkotaan.

Pendekatan ini menekankan pada peningkatan kapasitas resapan melalui pembangunan ruang terbuka hijau, taman resapan, sumur infiltrasi, dan kolam retensi. Selain membantu mengurangi risiko banjir, konsep ini juga meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan secara keseluruhan.

Selain itu, pengembangan sistem peringatan dini banjir berbasis teknologi juga penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Dengan adanya sistem pemantauan ketinggian air dan notifikasi cepat kepada warga di daerah rawan banjir, proses evakuasi dapat dilakukan lebih dini sehingga potensi kerugian dapat diminimalkan.

Pada akhirnya, persoalan banjir di Cilegon tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan sektoral atau jangka pendek. Kota industri yang kuat secara ekonomi harus pula memiliki ketahanan lingkungan yang baik.

Tanpa tata kelola lingkungan yang tepat, pertumbuhan ekonomi justru berpotensi menimbulkan berbagai risiko ekologis yang merugikan masyarakat.

Karena itu, momentum banjir yang kembali terjadi pada awal Maret 2026 seharusnya menjadi refleksi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan di Cilegon.

Dengan pendekatan yang lebih ilmiah, kolaboratif, dan berkelanjutan, kota industri ini memiliki peluang besar untuk membangun sistem pengelolaan lingkungan perkotaan yang lebih tangguh di masa depan.

(Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR