Banjir Kembali Landa Cilegon, Hampir Ada Korban Jiwa

Oleh: Langit Cilegon
58 views
A+A-
Reset

CILEGON, (LC)- Banjir kembali melanda Kota Cilegon. Tiga kecamatan dilaporkan terdampak, yakni Kecamatan Ciwandan, Kecamatan Cibeber, dan Kecamatan Jombang, pada Minggu, 11 Januari 2026, kemarin.

Dari Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber dilaporkan, banjir yang terjadi di kawasan Gedong Damai, hampir menyebabkan korban jiwa.

Warga sekitar, Ramli menyebutkan, banjir terjadi  akibat pohon gede yang tumbang di kali sehingga menghalangi aliran air.

“Ada pohon tumbang di kali, sudah lama gak diangkat. Kami tidak punya peralatan selain itu turap kali baru 3 bulan jebol,”katanya.

Ia menuturkan, banjir yang terjadi di Gedong Damai hampir menyebabkan korban jiwa. Beruntung masyarakat sekitar sigap memberikan pertolongan.

“Anak-anak main, di kali karena ada tali tambang yang terpasang. Talinya putus karena sudah lama, ada yang hanyut, namun warga cepat memberikan pertolongan,”ujarnya.

Dari Sambirata, dilaporkan oleh anggota Bhabinkamtibmas, ketinggian air mencapai 100 cm lebih. Karena adanya tanggul yang jebol, hal itu terungkap dalam video yang tersebar.

Baca Juga :

https://langitcilegon.id/cegah-banjir-terulang-anggota-dewan-cilegon-ini-turun-ke-lingkungan/

https://langitcilegon.id/dp3ap2kb-cilegon-berikan-pendampingan-pada-keluarga-dan-teman-korban-yang-meninggal/

Jumlah warga terdampak banjir di Sambirata sebanyak 40 KK (120 jiwa), RT 05 sebanyak 60 KK (180 jiwa), RT 04 sebanyak 45 KK (150 jiwa), dan RT 03 sebanyak 40 KK (120 jiwa). Total keseluruhan mencapai 185 kepala keluarga atau sekitar 570 jiwa terdampak banjir.

BPBD, Tagana serta PMI Cilegon bergerak cepat memberikan bantuan perahu karet dan melakukan evakuasi terhadap warga Sambirata yang terdampak banjir.

Banjir juga melanda Kecamatan Jombang. Dimana aliran air dari Kecamatan Cibeber masuk ke wilayah Kecamatan Jombang.

Tak hanya Cibeber dan Jombang, banjir juga melanda wilayah Kecamatan Ciwandan. Dimana sejumlah daerah langganan banjir, mulai terdampak sekitar pukul 15.00 wib.

Air mulai nampak dan melimpah masuk ke perkampungan, karena saluran irigasi terlalu kecil sehingga berbalik dan masuk rumah-rumah warga.

(Cahya-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR