CILEGON, (LC),- Pemudik pejalan kaki yang memanfaatkan sarana transportasi kereta api lokal Rangkasbitung-Merak harus benar-benar memperhitungkan waktu tempuh untuk mencapai Pelabuhan Merak, Cilegon Banten.
Pemudik pejalan kaki yang menggunakan sarana kereta api Rangkasbitung-Merak tak bisa langsung turun di Stasiun Merak, namun harus turun di Stasiun Cilegon mulai 13 Maret 2026.
Setelah tiba di stasiun Cilegon, pemudik pejalan kaki yang menggunakan sarana kereta api, akan melanjutkan kembali perjalanan ke pelabuhan merak dengan kendaraan yang telah disiapkan.
Berdasarkan pantauan dilokasi, berbagai persiapan telah dilakukan di stasiun kereta api di Kota Cilegon untuk menyambut arus mudik dan balik lebaran 2026.
Kondisi stasiun Cilegon sendiri sudah mengalami perbaikan disana-sini. Mulai dari pemasangan kanopi rangka baja dengan ukuran besar dan juga sejumlah sarana lainnya nampak di dalam juga samping stasiun.
Namun, kekhawatiran adanya kemacetan di sekitar stasiun Cilegon bakal terjadi. Dimana dengan ruas jalan yang hanya memuat dua mobil dan kerap macet bakal terjadi.Apalagi sore hari menjelang buka puasa.
Warga sekitar, Romli (40) mengaku sudah tahu akan adanya pemudik yang turun di stasiun Cilegon dan menggunakan kendaraan kembali.
“Sudah tahu, ada info memang demikian. Cuman sayang aja nggak melihat berbagai aspek. Cilegon ke Merak itu lumayan jauh ada sekitar 10 km,” kata Romli, Rabu, 11 Maret 2026.
a menuturkan, kondisi jalan yang sempit, serta tidak adanya lahan yang besar, membuat kawasan stasun Cilegon diprediksikan macet.
“Jadi gini gambarannya, ini belum ada arus mudik saja sudah macet, karena banyak warga berlalu lang mau beli takjil. Terus, kalau ada penumpang turun disini semua, kemudian ada mobil gede di jam sore, bayangkan aja,” ujarnya.
Sementara itu, Kadishub Cilegon, Heri Suheri, ketika dikonfirmasi membenarkan pemudik pejalan kaki yang menggunakan sarana transprtasi kereta api turun di stasiun cilegon.
“”Berdasarkan hasil rapat tekhnis, pemudik pejalan kaki yang menggunakan sarana kereta api stasiun akhri di Cilegon. Mulai 13 sampai 20 Maret,” tuturnya.
“Kami bersama ASDP sudah menyiapkan kendaraan untuk mengangkut pemudik pejalan kaki ke pelabuhan merak. Dan gratis tidak dipungut biaya. Ini sudah beberapa kali dan rutin tiap arus mudik lebaran ,”sambung Heri Suheri.
(Mang Jeo-Red)***
