CILEGON, (LC)- Pemberlakuakn program efesiensi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Cilegon ternyata berdampak di Kelurahan-Kelurahan.
Salah satu lurah yang tidak mau disebut namanya, menyatakan, dampak dari efesiensi adalah tersendatnya pengadaan alat tulis kantor (ATK).
“Waduh payah kang, ATK saja kami kekurangan untuk melayani masyarakat. Jadi bingung sendiri ini juga, nggak biasanya seperti ini,”kata Lurah yang tidak mau disebut namanya, Minggu, 12 April 2026.
Ia menuturkan, sejak adanya efesiensi pihaknya sudah berulang kali mencoba untuk melakukan penghematan.
“Namun, kami kewalahan juga apabila masyarakat sangat antusias untuk meminta pelayanan administrasi. Ini bagi kami satu sisi bahagia, satu sisi juga terkendala dengan minimnya ATK yang kami punya,”ujarnya.
Hal yang sama dikatakan oleh Lurah lainnya. Dimana pihaknya sudah mengajukan surat perintah pengajuan dan surat perintah pembayaran (SPP SPM)ke BPKPAD melalui Kecamatan.
“Namun sampai sekarang belum ada kejelasan.Biasanya pengajuan itu akhir bulan, ini sudah hamper pertengahan bulan belum ada kabar,”tuturnya.
Pihaknya, ujar dia, sudah mencoba komunikasi melalui Kecamatan. Namun jawaban yang didapat hanyalah untuk menunggu.
“Jawabannya menunggu, pihak Kecamatan lagi melakukan komunikasi dengan BPKPAD. Mudah-mudahan segera terealisasi,” ucapnya.
Terpisah, Sekretaris BPKPAD, Firman, mengatakan, pihaknya belum mengetahui kenapa sampai tersendat dalam pengajuan ATK tersebut.
“Apakah ada kebijakan pimpinan, seperti dikumpulkan semua pengajuan, karena seperti itu bisa langsung secara tekhnis.Intinya kami kami akan lihat langsung semoga bisa terealisasi secepatnya,”ungkapnya.
(Anto-Red)***
