CILEGON, (LC)- Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Banten, Hafiz Gunawan secara resmi membuka PDPKPNU MWC kecamatan Citangkil di YP Fatahillah, Jumat, 24 April 2026.
Dal;am sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada Panpel PDPKPNU. Karena ada Camat juga anggota DPRD Kota Cilegon yang ikut serta.
“Di Banten, baru ada Camat yang ikut serta dalam PDPKPNU. Kemudian ada 3 anggota DPRD juga ikut serta. Berarti ini Langkah yang maju dan komunikasi yang baik juga luar biasa antara PCNU Cilegon dengan legislative dan eksekutif,”kata Hafis gunawan yang disambut tepuk tangan meriah.
Ia menuturkan, untuk menyukseskan PDPKPNU Kecamatan Citangkil dipastikan butuh perjuangan. Namun, itulah ciri khas Nahdlatul Ulama.
“Bagi kepengurusan NU tidak ada dana bukan menjadi sebuah permasalahan. Tetap focus dan jalan terus. Dan saya lebih senang bergerak untuk akar rumput,”ujarnya.
Selanjutnya, ujar dia, tidak perlu mencemaskan terkait dengan event Muktamar. Karena kegiatan Muktamar pasti akan berjalan dengan lancar.
“Dan saya yakin siapapun yang terpilih Rois AM maupun Ketua Umum pasti orang Nahdlatul Ulama.Tidak mungkin orang lain diluar organisasi NU,” tuturnya.
Ketika ada masukan-masukan dalam perjalanan organisasi NU, ujar dia, dirinya merasa senang karena ada tantangan. Karena dengan adanya tantangan adalah sebuah ujian.
“Kita uji sahabat-sahabat kita ini, sampai dimana solidnya PCNU Kota Cilegon. Ketika ada serangan, ada issue selanjutnya biasanya semakin kuat.Dan terbukti, karena kegiatan Halal Bi Halal hadir bapak Wapres Maruf Amin dan ini sangat luar biasa,”ucapnya.
Dan, ujar dia, dibuktikan lagi pada hari ini menggelar PDPKPNU MWC Citangkil. Dan dianggap sukses dalam penyelenggaran.
“Jadi begitulah jawabnya, ketika ada issue-issue miring kita jawab dengan kegiatan positif. Betul tidak boleh ada pernyataan-pernyataan apabila sebelum ada ijin dari Rois Syuriah dan saya setuju,” imbuhnya.
Sebagai motivasi, kata dia, Nahdlatul Ulama tidak boleh ribut. Dan focus saja dengan berbagai kegiatan positif.
“Kalau ada syarat NU harus bisa mengaji, saya akan keluar dari PWNU, kalau ada syaratnya seperti itu. Karena bagian ngaji adalah bagian dari kyai Akhrom bagian Rois Syuriah,”tegasnya.
“Karena yang gerak kesana kemari itu adalah ketua Tanfidziyah dan meminta restu kepada Rois Syuriah, yakni Kyai Akhrom,”sambung Hafis Gunawan.
(Anto-Red)***
