IOF Cilegon, Kirim Bantuan 10 Tangki Air Ke Daerah Tembulun Pulomerak, Ana Sudarna : Bertahap Pengirimannya

Oleh: Langit Cilegon
16 views
A+A-
Reset

CILEGON, (LC)- Indonesia Off Road Federation Pengurus Cabang (IOF Pengcab) Kota Cilegon menggelar bakti social diwilayah kekeringan.

Bakti social yang dimaksud adalah mengirim bantuan sebanyak 10 tangka air yang berkapasitas masing-masing 5000 liter ke daerah Tembuleun, kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak.

Ketua harian IOF Kota Cilegon, H. Asep, mengatakan, pihaknya menerima informasi terkait daerah kekeringan diwilayah Tembulun Pulomerak.

“Berdasarkan hal itu, kami langsung koordinasi dengan beberapa pengurus. Kemudian sepakat, akhirnya kami lakukan pengiriman air ke wilayah tersebut,”ujarnya, Senin, 14 September 2026.

Ia menuturkan,atas dasar informasi tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Kelurahan setempat guna menyampaikan titik-titik wilayah kekeirngan.

“Kami berkoordinasi dengan Sekretaris Kelurahan Mekarsari. Dan alhamdullilah, kami membantu sebanyak 2 tangka, karena saran dari Seklur kalau 10 tangki maka daya tampung toren belum tersedia,”katanya.

Ketua Umum IOF Cilegon, Ana Sudarna, mengatakan, 10 tangka air yang akan dikirim tersebut akan bertahap. Mengingat sarana dan prasarana belum memadai.

“Jadi, kami mengirim air 4 hari sekali ke lokasi yang kekeringan. Alhamdullilah, masyarakat menyambut positif dan mengucapkan terima kasih atas bantuan dari IOF Cilegon,” tuturnya.

Pengiriman bantuan air, ujar dia, berkoordinasi dengan Seklur. Dimana, persediaan air sudah habis, maka pihaknya akan segere mengirimkan.

“Jika bantuan air habis, dan tidak ada pihak manapun yang mengirimkan, maka IOF Cilegon akan langsung mengirimkannya,” ungkap Ana Sudana.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang memang temen-temen IOF ini sangat peduli terhadap masyarakat Cilegon yang sedang kesusahan air bersih,” sambung Ana Sudana.

Ia menambahkan, bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat meski belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan kekeringan.

“Bantuan ini mungkin belum menyelesaikan seluruh persoalan kekeringan, tetapi setidaknya mampu meringankan beban masyarakat yang sedang membutuhkan,” ucapnya.

Ia menilai kekeringan yang terjadi setiap tahun harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan dengan menghadirkan solusi jangka panjang.

“Kekeringan yang berulang setiap tahun harus menjadi perhatian bersama. Diperlukan penguatan infrastruktur air bersih, pembangunan fasilitas penampungan air, optimalisasi sumber air baku,” ungkapnya.

(Mang Jeo-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR