CILEGON, (LC)- Puluhan bendera Nahdlatul Ulama Cabang Kota Cilegon yang tengah terpasang dan sedang ada kegiatan skala nasional. Dicabut oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rabu, 2 September 2026.
Akibat kejadian tersebut, sontak membuat kekesalan dari Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Kota Cilegon, Erick Rebiin.
“Saya menyayangkan atas tindakan Satpol PP yang mencopot bendera NU. Kami pasang dalam rangka Muktamar NU ke 35 dan menghasilkan pemimpin yang luar biasa,” kata Erick Rebiin.
Ia menuturkan, pihaknya menyayangkan pencopotan bendera NU tanpa koordinasi dengan pihaknya. Mengingat selama ini komunikasi dengan Pemkot Cilegon terjalin dengan baik.
“Kami ini sedang gembira, kami rencana 7 hari setelah Muktamar akan kami lepas. Tapi ini tanpa koordinasi dan pemberitahuan main lepas bendera saja, ini mencederai hubungan PCNU dengan Pemkot Cilegon,” ujarnya.
Erick juga menyinggung tak adanya bantuan dari Pemkot Cilegon untuk organisasinya, pihaknya tetap mendoakan untuk kemaslahatan Kota Cilegon.
“Kita akan datangi kantornya besok, untuk meminta klarifikasi sekaligus mengambil bendera kebesaran organisasi kami. Bila tidak ada permintaan maaf, tentu kami menyayangkan dan siap menggelar aksi,” tuturnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Satuan Polisi Pamong Praja, Sam Wanggai, mengatakan, pencopotan bendera bukan saja pada PCNU. Namun beberapa bendera, spanduk juga ditertibkan untuk estetika kota.
“Jadi, banyak juga spanduk-spanduk yang di JPO (Jembatan Penyebrangan Orang), kami tertibkan. Bahkan salah satunya adalah spanduk Cilegon Bersholawat. Dan Pak Asda 1 juga telepon langsung, tapi setelah diberikan penjelasan, akhirnya paham,” ucapnya melalui telepon seluler.
Ia menambahkan, untuk bendera PCNU silahkan dipasang kembali dengan catatan ditempat-tempat yang telah ditentukan serta tidak merusak estetika.
“Silahkan dipasang Kembali, nanti saya akan komunikasi dengan PCNU Cilegon, “ungkapnya.
(Anto-Red)***
