Pantau Harga Sembako, Satgas Pangan Polres Cilegon Kerjasama Dengan Disperindag

Oleh: Langit Cilegon
171 views
A+A-
Reset

CILEGON, (LC)- Satgas Pangan Polres Cilegon bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta UPT Pasar Baru Kranggot terus menggencarkan pemantauan harga dan stok bahan pokok dan barang penting (Bapokting) di sejumlah titik di Kota Cilegon.

Langkah tegas ini dilakukan untuk menekan laju inflasi daerah sekaligus memastikan harga Bapokting tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan stok tersedia aman di pasaran.

Pemantauan terbaru digelar di Pasar Baru Kranggot, Jumat (20/2/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga dan mencegah praktik spekulasi yang merugikan masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama S.Tr.K., S.I.K., M.Sc., menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara ketat agar tidak ada oknum pedagang yang memainkan harga di atas ketentuan.

“Kami memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan berlebih sehingga harga melebihi HET. Pengecekan ini juga dilakukan guna menjamin stok Bapokting aman dan tersedia setiap hari,” ujarnya.

Dalam pengecekan di Toko Ibu Siti, yang berlokasi di Jalan Puskesmas Pasar Baru, Kelurahan Taman Sari, Kota Cilegon, petugas mencatat sejumlah harga komoditas penting sebagai berikut:

1. Beras Medium: Rp13.500/kg (Sesuai HET)

2. Cabai Merah Keriting: Rp40.000/kg

3. Telur Ayam: Rp30.000/kg

4. Minyak Kita: Rp15.500/liter

Dari hasil pantauan tersebut, harga beras medium terpantau stabil dan sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah. Tidak ditemukan adanya pelanggaran maupun lonjakan harga yang signifikan.

AKP Yoga Tama menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan secara berkala, baik di pasar tradisional maupun ritel modern.

“Pemantauan rutin ini penting untuk memastikan stabilitas harga dan distribusi beras maupun bapokting lainnya tetap sesuai ketentuan. Kami ingin masyarakat merasa tenang karena stok aman dan harga terkendali,” tuturnya.

Dengan langkah preventif ini, Satgas Pangan berharap stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga serta daya beli masyarakat tidak terganggu akibat lonjakan harga yang tidak wajar.

(Cahya-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR