CILEGON, (LC)-Karang Taruna Kota Cilegon distribusikan air sebanyak 12.000 liter diwilayah Kecamatan Pulomerak, Senin, 20 Juli 2026.
Ketua karang taruna Kota Cilegon, Aflahul Ahmad Aziz, mengatakan, bantuan air bersih merupakan inisiatif langsung. Hal ini untuk menekan dampak Fenomena El Nino.
“Hari ini kami menyalurkan bantuan air langsung kepadawarga di Gunung Batur 1 dan 2 kemudian juga warga Tembulun Kecamatan Pulomerak,”katanya,
Ia menuturkan, dde bantuan itu, ujar dia, tercetus saat dirinya menerima laporan dari Karang taruna Kecamatan Pulomerak untuk membantu masyarakat.
“Kegiatan ini berangkat dari rasa kepedulian Karang Taruna Kota Cilegon kemudian dibantu Karang taruna Kecamatan Pulomerak untuk membantu masyarakat saat Fenomena El Nino sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.
“Pendistribusian air bersih saat ini merupakan aksi social kami bagi Kecamatan Pulomerak. Ke depan, nanti akan ada bantuan lagi untuk wilayah lainnya,”sambung Aziz.
Kepala keluarga atau KK di Lingkungan Tembulun, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon menerima bantuan air bersih. Bantuan air bersih disalurkan oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0623 Cilegon, Minggu, 19 Juli 2026.
Ketua Karang taruna Kecamatan Pulomerak, Awen Syarifudin, mengatakan, kondisi musim kemarau untuk wilayah Kecamatan Pulomerak, memang sering terjadi. Oleh karena itu, pihaknya menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan.
“Kondisi ini memang kerap terjadi tiap tahun. Semoga bantuan air bersih ini dapat mengurangi dampak kekeringan bagfi warga yang menerima manfaat,” tuturnya.
Warga Lingkungan Tembulun RT 01 RW 04 Kelurahan Mekarsari, Sahuri mengatakan, kesulitan air bersih di Lingkungan Tembulun, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak sudah terjadi sekitar dua bulan yang lalu.
“Kalau hari biasa normal, itu kita ambil dari sumur. Tapi kalau kaya gini (kemarau) tidak ada airnya, 2 bulanan,” kata Sahuri.
Ia menuturkan, saat kemarau mengandalkan beberapa sumber mata air yang masih tersisa. Untuk kebutuhan sehari sekitar 10 galon air dengan kapasitas 15 liter.
“Dulu satu mobil kami membeli sekitar 150 ribu. Kemarau ini belum beli. Masih antre dari sumber mata air, cukup lumayan juga antriannya,” ungkapnya.
(Anto-Red)***
