Kota Cilegon, (LC)- Pemudik pejalan kaki yang memanfaatkan sarana transportasi kereta api Rangkasbitung-Merak harus benar-benar memperhitungkan waktu tempuh untuk mencapai Pelabuhan Merak Banten.
Pemudik pejalan kaki yang menggunakan sarana kereta api Rangkasbitung-Merak tak bisa langsung turun di Stasiun Merak dan harus turun di Stasiun Cilegon.
Setelah tiba di stasiun Cilegon, pemudik yang menggunakan sarana kereta api, akan melanjutkan kembali perjalanan ke pelabuhan merak dengan kendaraan yang telah disiapkan.
Berdasarkan pantauan, kondisi stasiun Cilegon sendiri sudah mengalami perbaikan disana-sini. Mulai dari pemasangan kanopi rangka baja dengan ukuran besar dan juga sejumlah tenda pendaftaran yang nampak di samping stasiun.
Namun, kekhawatiran adanya kemacetan di sekitar stasiun Cilegon bakal terjadi. Dimana dengan ruas jalan yang hanya memuat dua mobil dan kerap macet bakal terjadi. Apalagi sore hari menjelang buka puasa.
Informasi yang berhasil dihimpun, penumpang pejalan kaki yang menggunakan moda transportasi kereta mulai dari tanggal 25 Maret 2025.
Namun sampai berita ini ditayangkan, PT. ASDP Fery Indonesia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut mekanisme penumpang pejalan kaki yang menggunakan moda transportasi kereta.
Kondisi jalan yang sempit, serta tidak adanya lahan yang besar, membuat kawasan stasun Cilegon diprediksikan macet.
Mengingat belum ada arus mudik saja sudah terjadi antrian yang Panjang dan macet, karena banyak warga berlalu lalang mau beli takjil. (Mang Jeo-Red)***
