CILEGON, (LC)- Pemerintah Kota Cilegon bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta instansi terkait menggelar apel gabungan kesiapsiagaan bencana, Selasa, 8 September 2026.
Kegiatan apel siaga tersebut sebagai langkah proaktif dalam mengantisipasi berbagai potensi kebencanaan, khususnya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Wali Kota Cilegon Robinsar dalam arahannya menyampaikan bahwa Kota Cilegon sebagai pusat perekonomian dan lokasi berbagai objek vital nasional memiliki potensi risiko bencana yang harus diantisipasi secara matang melalui koordinasi lintas sektoral dan kesiapan operasional yang terukur.
“Potensi bencana ada di depan mata kita. Maka, langkah apel koordinasi pada pagi hari ini adalah bentuk kesiapsiagaan kita untuk menghadapi segala kemungkinan terburuk. Kekompakan, komunikasi, dan koordinasi yang terukur adalah kunci untuk meredam potensi bencana dan memberikan rasa tenang bagi masyarakat.” ujarnya.
Robinsar menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi hal penting mengingat Kota Cilegon memiliki berbagai potensi bencana, mulai dari ancaman gempa megathrust, aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga potensi bencana teknologi.
“Di tengah banyak keunggulan dari Kota Cilegon, kita juga memiliki berbagai potensi bencana yang ada di depan mata. Baik dari megathrust, isu Gunung Anak Krakatau, dan juga bencana teknologi,” kata Robinsar.
Menurutnya, apel tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum untuk memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang dapat terjadi kapan saja.
“Dalam hal dan dalam situasi seperti ini, tentu yang paling diutamakan adalah perihal keselamatan masyarakat itu paling utama. Itu yang untuk kita prioritaskan, tinggal nanti langkah-langkah teknisnya berkoordinasi dengan stakeholder terkait,” tuturnya.
Robinsar mengapresiasi sinergi dan kekompakan seluruh unsur Forkopimda, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan serta stakeholder terkait yang terus hadir bersama pemerintah dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
“Pada prinsipnya, dalam mitigasi bencana pada hari ini, segala potensi bisa terjadi. Bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Maka kita semua harus bersiap dengan segala kemungkinan terburuk yang ada di depan mata kita,” imbuhnya.
Sementara itu, Dandim 0623 Cilegon Letkol Inf. Imam Buchori mengatakan, seluruh personel yang mengikuti apel merupakan unsur terdepan dalam menghadapi kondisi darurat, termasuk apabila terjadi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap masyarakat.
“Apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan berdampak terhadap masyarakat, maka kita adalah garda terdepan. Karena itu, titik evakuasi, zona aman, pendirian dapur umum maupun tenda harus sudah ditentukan dan dikomunikasikan sejak awal,” kata Imam.
Ia juga meminta seluruh perlengkapan yang telah disiapkan dipastikan dapat berfungsi secara optimal ketika terjadi kondisi darurat.
Selain kesiapan personel dan sarana prasarana, Imam menekankan pentingnya memberikan informasi yang benar kepada masyarakat untuk mencegah kepanikan akibat informasi yang beredar di media sosial.
“Media sosial sering kali menimbulkan kepanikan. Tugas kita adalah terus menyosialisasikan kondisi yang sebenarnya kepada masyarakat. Informasi harus mengacu pada sumber yang valid seperti BMKG dan BPBD. Apabila ada informasi yang terdistorsi, tugas kita untuk meluruskan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Cilegon AKBP M. Probandono Bobby Danuardi menekankan pentingnya kolaborasi antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah dan jajaran kepolisian dalam menyampaikan informasi yang positif dan menenangkan kepada masyarakat.
“Kami meminta Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah dan para Kapolsek untuk terus memberikan sosialisasi yang positif kepada masyarakat. Jangan sampai informasi yang beredar di media sosial justru menimbulkan kepanikan,” kata Bobby.
Menurutnya, aparat kewilayahan menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar mengenai kondisi kebencanaan.
“Kita harus bisa memberikan ketenangan dan kesejukan kepada warga. Apa yang menjadi atensi dari Bapak Wali Kota dan Bapak Dandim agar dapat dilaksanakan bersama-sama,” ungkapnya.
(Anto-Red)***
