Pemkot Cilegon Gelar FGD Beasiswa Cilegon Juare, Bahas Penyelarasan Beasiswa dengan Industri

Oleh: Langit Cilegon
5 views
A+A-
Reset

CILEGON, (LC) – Pemerintah Kota Cilegon menggelar Focus Group Discussion (FGD) Program Beasiswa Cilegon Juare Tahun 2026 sebagai upaya untuk menyelaraskan program beasiswa dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah serta perwakilan industri tersebut berlangsung di Aula Setda II Kota Cilegon, Selasa 21 Juli 2026.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menegaskan jika Program Beasiswa Cilegon Juare tidak hanya berorientasi pada pemberian akses pendidikan tinggi saja melainkan harus menghasilkan lulusan yang siap bekerja melalui konsep link and match antara perguruan tinggi dan industri.

“Kita memiliki Program Beasiswa Cilegon Juare, tetapi link and match-nya tidak boleh dilupakan. Jangan sampai mereka lulus, tetapi kompetensi yang dimiliki tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, kita harus melakukan langkah yang tepat agar program ini benar-benar memberikan manfaat,” katanya.

Ia menuturkan, jika hasil FGD tersebut akan menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kota Cilegon dalam menentukan jurusan maupun perguruan tinggi yang akan bekerja sama pada pelaksanaan Program Beasiswa Cilegon Juare ke depan.

“Masukan dari dunia industri ini sangat penting bagi kami dimana nantinya akan kami jadikan bahan evaluasi agar jurusan yang dipilih penerima beasiswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” katanya.

Selain itu, Fajar juga menghimbau kepada seluruh industri di Kota Cilegon untuk memberikan kesempatan yang setara kepada para penerima Beasiswa.

Menurutnya, proses rekrutmen tenaga kerja hendaknya lebih mengutamakan kompetensi, keterampilan dan potensi yang dimiliki calon pekerja, bukan berdasarkan asal perguruan tinggi atau latar belakang pendidikan.

“Kalau tidak percaya kepada pemerintah tidak apa-apa, tetapi tolong percayakan kepada potensi anak-anak penerima beasiswa ini. Berikan mereka kesempatan untuk membuktikan kemampuan yang mereka miliki,” katanya.

Fajar menilai jika komunikasi yang baik antara pemerintah, perguruan tinggi dan industri merupakan kunci keberhasilan dalam program tersebut. Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja harus disampaikan secara terbuka agar lembaga pendidikan dapat menyesuaikan kurikulum maupun program studi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kalau kebutuhan industri disampaikan dengan jelas, tentu perguruan tinggi dapat menyesuaikan kurikulumnya sehingga lulusan yang dihasilkan benar-benar siap bekerja,” jelasnya.

Tak hanya itu, Fajar juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Menurutnya, diperlukan sinergi seluruh unsur pentahelix, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi hingga organisasi masyarakat.

“Membangun sumber daya manusia merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi semua pihak, saya yakin Program Beasiswa Cilegon Juare akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan dunia industri,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Cilegon Rahmatullah menjelaskan bahwa FGD tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Beasiswa Cilegon Juare yang mengacu pada Peraturan Wali Kota Cilegon Nomor 20 Tahun 2025 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Beasiswa Cilegon Juare.

“FGD ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi antara pemerintah dan perusahaan terkait kebutuhan tenaga kerja sekaligus menyusun langkah strategis agar lulusan program beasiswa dapat memenuhi kebutuhan industri di Kota Cilegon,” jelasnya.

Rahmatullah berharap hasil diskusi dapat menghasilkan rekomendasi yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pada pelaksanaan program beasiswa berikutnya sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat maupun dunia usaha.

“Melalui FGD ini kami berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif sebagai dasar penyusunan rencana tindak lanjut sehingga Program Beasiswa Cilegon Juare benar-benar mampu mewujudkan link and match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja di Kota Cilegon,” pungkasnya.

(Anto-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR