CILEGON, (LC) — Samhudi Semaun terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PERSEROSI) Kota Cilegon dalam Musyawarah Kota (Muskot).
Usai terpilih, penguatan pembinaan atlet dan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026 menjadi perhatian utama organisasi.
Dalam forum tersebut, Samhudi memaparkan kesiapan atlet sepatu roda dan skateboard yang akan mewakili Kota Cilegon di Porprov 2026 di Tangerang Selatan.
Ia mengungkapkan, keterbatasan kuota atlet membuat pengurus harus menentukan prioritas agar kedua cabang olahraga tetap dapat berpartisipasi.
Samhudi menjelaskan, pada awalnya PORSEROSI Cilegon mengusulkan 12 atlet, masing-masing enam atlet untuk sepatu roda dan enam atlet untuk skateboard.
Namun, setelah melalui pembahasan dan penyesuaian anggaran, kuota yang disetujui untuk PORSEROSI hanya enam atlet.
Akhirnya, pengurus memutuskan mengirimkan empat atlet skateboard dan dua atlet sepatu roda.
Komposisi tersebut terdiri atas tiga atlet putra dan satu atlet putri untuk skateboard, serta masing-masing satu atlet putra dan putri untuk sepatu roda.
“Kalau diambil untuk sepatu roda semua, nantinya skateboard tidak mendapatkan kuota. Dengan segala kondisi, kekurangan, dan kelebihannya, akhirnya kami putuskan empat untuk skateboard dan dua untuk sepatu roda,” ujar Samhudi.
Sementara itu, Wakil Ketua III KONI Kota Cilegon, M. Ferry Muchdiana, menilai Muskot merupakan bagian penting dari dinamika organisasi olahraga.
Menurutnya, forum tersebut menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus menyusun langkah pembinaan ke depan.
“Yang terpenting adalah misinya, apalagi dalam waktu dekat ini kita menghadapi event penting, yaitu Porprov VII di Tangerang Selatan. Ini juga perlu persiapan dan konsentrasi yang cukup matang,” tuturnya.
Pada bagian lain, Ketua Umum PORSEROSI Provinsi Banten, Asep Abdullah Busro, mendorong PORSEROSI Cilegon memperkuat konsolidasi organisasi dengan melibatkan berbagai elemen, termasuk dunia usaha dan industri.
Asep menilai, keterlibatan sektor swasta dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas sumber pendanaan pembinaan atlet, sehingga organisasi olahraga tidak hanya bergantung pada hibah pemerintah daerah.
Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui kerja sama antarlembaga maupun dengan melibatkan perwakilan pengusaha dalam struktur kepengurusan.
“Penting juga bagi teman-teman membangun kreativitas untuk mencari alternatif sumber-sumber pendanaan. Salah satunya dengan membangun jejaring, sinergi, serta kolaborasi yang melibatkan dunia industri,” kata Asep.
(Sumber KONI Cilegon)***
