CILEGON, (LC)- Sejumlah aktivis Ikatakan Mahasiswa Cilegon (IMC) menggelar aksi demo dihalaman rumah dinas Wali Kota Cilegon, Senin, 24 Februari 2026.
Dalam tuntutanya, mereka mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon untuk segera memperbaiki infrastruktur dan menjaga lingkungan hidup.
Ketua Umum IMC, Ahmad Maki, dalam orasinya menyatakan, tuntutan tersebut adalah refleksi satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon, Robinsar–Fajar Hadi Prabowo,
“Jalan rusak, drainase belum dibenahi, lampu penerangan jalan banyak yang padam, polusi udara, sampai lingkungan kumuh. Semua ini berdampak langsung ke masyarakat,” kata Maki,
Ia menilai pembangunan kawasan Tugu Baja memang memberi ruang hiburan bagi warga. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah tidak mengabaikan persoalan mendasar.
“Jangan sampai masyarakat terlena dengan bangunan itu. Masih banyak kebutuhan dasar yang harus pemerintah penuhi,” ujarnya.
IMC juga menyoroti sektor pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan. Maki menyebut angka pengangguran di Kota Cilegon masih tinggi meski daerah itu dikenal sebagai kota industri.
“Cilegon ini kota industri, tapi pengangguran masih banyak. Ini memang persoalan lama, tapi tetap harus pemerintah selesaikan,” tegasnya.
Sementara itu, Robinsar bersama Fajar Hadi Prabowo turun langsung menemui massa aksi mahasiswa yang menggelar refleksi satu tahun kepemimpinan di Rumah Dinas Wali Kota.
Kehadiran keduanya di tengah mahasiswa menjadi sinyal kuat keterbukaan pemerintah terhadap kritik dan aspirasi publik.
Aksi berlangsung tertib dan damai, dengan mahasiswa menyampaikan berbagai evaluasi serta masukan terhadap kinerja pemerintah daerah.
Dalam keterangannya, Robinsar mengapresiasi sikap mahasiswa yang menyuarakan aspirasi secara konstruktif.
Ia menegaskan, mahasiswa adalah mitra strategis pemerintah dalam mengawal arah pembangunan dan menjaga kualitas kebijakan publik agar tetap berpihak kepada masyarakat.
“Terima kasih atas kritik dan gagasan yang disampaikan. Ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan pembangunan di Kota Cilegon,” tegasnya.
Robinsar menekankan bahwa Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen membuka ruang dialog seluas-luasnya sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas.
Menurutnya, kritik bukan ancaman, melainkan bahan evaluasi untuk mempercepat pembangunan yang menyentuh kebutuhan warga.
Momentum refleksi satu tahun kepemimpinan ini, lanjutnya, menjadi ajang evaluasi bersama sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat dalam mewujudkan Cilegon yang maju dan inklusif.
Ia juga memastikan berbagai program prioritas yang telah berjalan akan terus disempurnakan agar dampaknya semakin nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Di akhir pertemuan, Robinsar mengajak mahasiswa untuk terus membangun sinergi melalui forum dialog, kolaborasi sosial, serta partisipasi aktif dalam pembangunan daerah sebagai kontribusi nyata generasi muda bagi masa depan Kota Cilegon.
(Anto-Red)***
