CILEGON, (LC)- Pelaksanaan efesiensi penganggaran dalam roda pemerintahan Kota Cilegon, kini berdampak luas dan berefek pada Kelurahan.
Setelah Alat Tulis Kantor (ATK) yang tersendat, dikabarkan internet di sejumlah titik pada masing-masing Kelurahan belum dibayarkan.
Informasi yang berhasil dihimpun, adanya internet di beberapa titik lingkungan masing-masing Kelurahan guna menunjang program penguatan lokal UMKM.
Salah satu lurah yang tidak mau disebut namanya, mengatakan, sudah 4 bulan internet dilingkungan Kelurahan belum terbayarkan.
“Program internet ini sudah ada sejak 2019, dimana program internet ini guna menunjang penguatan UMKM lokal,”kata salah satu Lurah yang tidak mau disebut namanya, Senin, 20 April 2026.
Ia menuturkan, untuk satu Kelurahan ada beberapa titik internet yang dipasang. Untuk satu titik, dikenakan biaya yang cukup lumayan.
“Biasanya ada di fasilitas publik, seperti pos ronda, posyandu dan titik lainnya. Ini menjadi beban bagi kami dan membawa dampak psikologis yang lumayan,” ujarnya.
Hal yang sama dikatakan oleh Lurah lainnya. Menurutnya, dalam proses pengajuan yang dilakukan guna menunjang operasional semuanya sudah disetujui melalui mekanisme.
“Termasuk TAPD dan diketuk palu anggaran yang kami ajukan melalui proses dari Bapperida. Dan biaya internet lolos. Namun sampai dengan saat ini belum terbayarkan, kami jadi bingung,”tuturnya.
Ia menambahkan, kalau memang mau dihilangkan, seharusnya berkirim dan bersurat, ke kelurahan.
“Apalagi sudah dianggarkan dan disahkan oleh TAPD. Dimana dalam KUA PPAS, kami sudah menyusun di kelurahan dan verifikasi oleh Bapperida dan lolos,”ucapnya.
Terpisah, Kabid Pembiayaan pada BPKPAD, Opi, mengatakan, untuk tahun lalu pembiayaan belanja internet lingkungan dari Dana Alokasi Umum (DAU).
“Tahun ini ada perubahan, untuk tahun lalu dari DAU, sekarang dari APBD,”ungkapnya singkat melalui whatsapp.
(Himawan Sutanto-Red)***
