CILEGON, (LC)-Memasuki satu tahun masa kepemimpinannya, Wali Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan komitmennya mendorong penguatan sektor keuangan daerah melalui optimalisasi peran BPRS Cilegon Mandiri (BPRSCM).
Dalam evaluasi kinerja setahun terakhir, Robinsar menekankan bahwa fokus utama pemerintah kota saat ini bukan semata mengejar profit, melainkan memastikan kesehatan dan keberlanjutan lembaga keuangan daerah sebagai fondasi pemulihan ekonomi masyarakat.
“Yang penting sekarang bukan bicara keuntungan dulu, tapi bagaimana lembaga ini sehat dan kuat. Kalau sudah sehat, baru bicara pengembangan,” tegas Robinsar, Sabtu, 21 Februari 2026, kemarin.
Ia menuturkan, sejalan dengan rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemkot Cilegon mendorong BPRS untuk memperkuat penyaluran pembiayaan dengan risiko minim, termasuk skema kredit bagi ASN/PNS melalui sistem potong gaji yang dinilai lebih aman dan terukur.
Langkah ini diambil untuk menjaga rasio kredit bermasalah tetap rendah, sekaligus memperbaiki struktur keuangan BPRS agar lebih stabil dan berkelanjutan.
Selain itu, Pemkot juga tengah mengkaji skema pembiayaan berbasis komunitas, termasuk kemungkinan dukungan terhadap pengurus RT/RW yang memiliki aktivitas UMKM, agar memiliki akses permodalan yang lebih mudah dan legal melalui BPRS.
Robinsar menilai, penguatan ekonomi harus dimulai dari level paling bawah. Karena itu, pihaknya berencana mendorong skema pembiayaan yang memungkinkan pelaku UMKM di tingkat RT/RW mendapatkan akses modal melalui mekanisme yang aman dan sesuai regulasi.
“RT dan RW yang punya UMKM harus kita dorong. Secara ekonomi mereka meningkat, lembaga juga aman. Jadi sama-sama tumbuh,” ujarnya.
Menurutnya, jika BPRS Cilegon Mandiri mampu memperkuat basis kredit dengan risiko rendah dan memperluas pembiayaan produktif, maka lembaga tersebut dapat menjadi instrumen strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan pendekatan kehati-hatian, penguatan tata kelola, serta ekspansi kredit produktif yang terukur, Pemkot optimistis BPRS Cilegon Mandiri dapat menjadi motor penggerak ekonomi rakyat.
“Kalau kita dorong dengan kebijakan yang tepat, BPRS ini bisa jadi tulang punggung ekonomi lokal. Yang penting sehat dulu, kuat dulu,” pungkasnya.
(Cahya-Red)***
