1 Tahun Kepemimpinan Robinsar-Fajar Di Cilegon, Akademisi Nilai Kinerja Bagus

Oleh: Langit Cilegon
123 views
A+A-
Reset

CILEGON, (LC)- Satu tahun memimpin Kota Baja, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon, Robinsar–Fajar, langsung mendapat apresiasi baik.

Di tengah badai defisit anggaran dan birokrasi yang belum sepenuhnya solid, keduanya justru mencetak capaian yang disebut nyaris tanpa cela.

Pengamat kebijakan publik sekaligus akademisi UIN SMH Banten, Syaiful Bahri, bahkan tanpa ragu memberi nilai 95 persen atas kinerja satu tahun kepemimpinan Robinsar–Fajar.

Penilaian itu bukan klaim kosong. Syaiful menyebutnya berbasis data dan realisasi konkret dari 17 janji politik yang digaungkan saat kampanye.

“Ini bukan penilaian politis. Ini berbasis data dan capaian nyata di lapangan,” kata Syaiful Bahri, Jumat, 20 Februari 2026.

Ia menuturkan, Janji pertama soal pangan murah tak berhenti di retorika. Pemerintah Kota Cilegon tercatat telah menggelar 18 kali operasi pasar yang tersebar merata di delapan kecamatan.

Langkah ini dinilai menjadi tameng utama menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama saat tekanan ekonomi melanda. Masyarakat kecil pun merasakan langsung dampaknya.

Selanjutnya adalah, BLK Modern & Pelatihan Kerja: Cetak SDM Siap Tempur.

Janji modernisasi Balai Latihan Kerja (BLK) juga mulai menunjukkan hasil.

1. 30 peserta pelatihan bersertifikat

2. 64 peserta pelatihan K3

3. Total 190 peserta pelatihan kerja melalui berbagai kolaborasi

4. Pelatihan profesi seperti security mencapai 90 persen realisasi

Program ini dinilai menjadi fondasi penting menekan angka pengangguran dan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

UMKM Melejit: 604 Usaha Dibantu, 119 Akses KUR

Sebanyak 604 pelaku usaha mikro telah menerima bantuan. Sementara 119 pelaku UMKM mendapat fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dorongan ini dianggap signifikan dalam memacu pertumbuhan ekonomi lokal berbasis usaha kecil dan menengah.

Pendidikan & Infrastruktur: Beasiswa Jalan, Jalan Dikebut

Sebanyak 505 pelajar menerima beasiswa Jogo Juara, membuka akses pendidikan lebih luas bagi generasi muda Cilegon.

Di sektor infrastruktur, pembangunan dan perbaikan jalan terus digenjot, termasuk dukungan terhadap pembangunan Jalan Lingkar Selatan.

Meski sebagian proyek bersumber dari dana di luar APBD, Syaiful menilai yang terpenting adalah komitmen kepala daerah dalam memastikan janji tidak berhenti di atas kertas.

RTLH Diperbaiki, Pusat Kreatif Anak Disiapkan

Sebanyak 151 rumah tidak layak huni (RTLH)*telah diperbaiki.

Sementara Pusat Kreatif Anak yang menjadi janji politik ketujuh sudah masuk tahap DED dan penganggaran. Eksekusi penuh tinggal menunggu prioritas realisasi.

BPJS Gratis 98%, 4.181 Non-ASN Jadi PPPK

Program BPJS gratis untuk warga tidak mampu hampir tuntas, dengan realisasi 1.380 penerima atau 98 persen dari target.

Tak hanya itu, transformasi pegawai non-ASN menjadi PPPK mencapai 4.181 orang, atau dinilai 100 persen terealisasi. Ini disebut sebagai gebrakan besar dalam reformasi birokrasi lokal.

Insentif RT/RW hingga Guru Ngaji

Perhatian terhadap garda terdepan pelayanan masyarakat juga ditunjukkan lewat insentif:

1. 2.600 kader

2. 1.508 Ketua RT

3. 1.400 guru ngaji

4. 1.222 tenaga lainnya

Bahkan honor untuk Ketua DKM dan pekerja sosial yang sebelumnya belum pernah ada telah masuk penganggaran 2026.

Kebersihan, Festival Internasional & Umrah Gratis

Program kebersihan berjalan di 43 kelurahan dengan penyediaan 40 sarana kebersihan di titik strategis.

Festival seni dan budaya bertaraf internasional sukses digelar, mengangkat identitas budaya Cilegon.

Sementara program umrah gratis telah masuk dalam perencanaan anggaran 2026.

Syaiful mengingatkan, seluruh capaian itu diraih saat APBD Cilegon dalam kondisi defisit pada awal masa jabatan Februari 2025. Banyak posisi kepala dinas pun masih berstatus Plt.

Namun, menurutnya, sekitar 90 persen janji politik sudah direalisasikan atau dalam tahap eksekusi nyata.

Lebih dari sekadar angka, gaya kepemimpinan Robinsar disebut responsif. Saat banjir melanda, wali kota turun langsung ke lapangan hingga malam hari.

“Yang dinilai masyarakat bukan sekadar angka, tetapi kehadiran pemimpin di tengah persoalan,” ujar Syaiful.

Dari total 17 janji politik, mayoritas telah terealisasi, sisanya dalam tahap perencanaan matang.

“Atas dasar data tersebut, kami berani memberi nilai 95 persen untuk satu tahun kepemimpinan Robinsar–Fajar,” tegas Syaiful Bahri.

Di tengah tantangan fiskal dan birokrasi, duet ini dinilai berhasil membuktikan bahwa janji politik bisa diwujudkan bukan sekadar slogan kampanye.

(Cahya-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR