2 Hari, Mentri Kabinet Merah Putih Kunjungi Cilegon, Ini Kegiatannya

Oleh: Langit Cilegon
43 views
A+A-
Reset

CILEGON,(LC) – Selama 2 hari yakni, Rabu-Kamis, 4-5 Februari, 2 pejabat mentri Kabinet Merah Putih mengunjungi Kota Cilegon.

Pada Rabu, 4 Februari 20926, Mentri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, mengunjungi Kota Cilegon dalam rangka salah satu industry di Kota Cilegon yakni PT.Vopak, mengeluarkan zat kimia.

Kemudian hari ini Kamis, 5 Februari 2026, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji bersama rombongan mengunjungi Kota Cilegon.

Kedatangan mentri yang mengurusi Kependudukan dan Keluarga Berencana tersebut ingin menyaksikan langsung serta mensosialisasikan program MBG yang sangat bagus. Karena bukan menyasar para pelajar saja, namun pada masyarakat lainnya.

“Sebagai warga Indonesia, tentu bangga. Karena program MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) termasuk satu-satunya di dunia dan menjadi percontohan bagi negara lain,”katanya.

Ia menuturkan, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 tahun 2025 tentang Tata Kelola MBG, Kemendukbangga/BKKBN diamanatkan menyalurkan MBG untuk sasaran 3B melalui para kader yang masuk dalam TPK

“Jadi penyaluran program MBG memang harus tepat sasaran,selain pelajar juga ibu hamil,balita dan ibu menyusui juga harus dapat program MBG,”ujarnya.

Dalam Perpres tersebut, ujar dia, setiap kader TPK yang mengantarkan MBG 3B akan mendapatkan insentif Rp1.000 untuk setiap ompreng yang diberikan kepada sasaran.

“Kita dikasih tugas Presiden untuk mengantar MBG, dan kuncinya ada di keluarga. TPK ini selain mengantar MBG juga punya tugas penting untuk mengedukasi keluarga,” tuturnya.

Sementara itu Wali Kota Cilegon, Robinsar yang hadir menyatakan, kehadiran Mentri menjadi penyemangat dalam memperkuat pelaksanaan program pembangunan keluarga, percepatan penurunan stunting, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen mendukung penuh implementasi program prioritas nasional ini. Dan fokus pada kelompok rentan B3. Dimana ini merupakan langkah strategis karena menyasar langsung masa 1.000 hari pertama kehidupan yang menjadi fondasi kualitas generasi masa depan,” ungkap Robinsar.

Program ini, ujar dia, tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi kuat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BKKBN, Tenaga Kesehatan dan seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap melalui kegiatan konsolidasi dan sinergitas ini, koordinasi lintas sektor semakin kuat, kapasitas kader semakin meningkat, serta implementasi program mbg khususnya untuk ibu hamil, balita non paud, dan ibu menyusui di provinsi banten, termasuk kota cilegon, dapat berjalan optimal,”imbuhnya.

(Mang Jeo-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR