Meski Tak Di Parlemen, Mantan Anggota DPRD Cilegon Tetap Mengkaryakan Warganya, Ini Yang Dilakukan

Oleh: Langit Cilegon
262 views
A+A-
Reset

Kota Cilegon, (LC)- Bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM), Kota Cilegon sebagai Kota Baja, banyak potensi yang dilakukan.

Industry yang menghasilkan plat baja dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif yang bernilai ekonomis jika dikelola dengan tepat.

Adalah mantan anggota DPRD Cilegon, Muhammad Ibrohim Aswadi (MIA), yang saat ini telah menginisiasi sektor IKM yang berbasis pada prinsip reuse, reduce, dan recycle (R.3).

Melalui wadah koperasi Konsumen Baja Trikora, lahirlah berbagai  usaha seperti IKM Steel, Wood dan Plastic yang beroperasi di bawah merek “Buyut Cilegon”.

“Koperasi Konsumen Krakatau Baja Trikora Cilegon melahirkan sektor IKM Steel, Wood dan Plastic ‘Buyut Cilegon’ yang bergerak di kerajinan yang berbasis bahan baku besi bekas, kayu bekas dan plastik bekas, dengan melakukan reuse, reduce dan recycle (R.3),” ungkap Ibrohim, Senin, (21/7/2025).

Ia menegaskan bahwa prinsip R.3 berarti mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah, menggunakan kembali barang yang masih bisa dipakai, serta mendaur ulang sampah menjadi produk baru.

Lewat konsep ini, IKM bukan hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru bagi warga lokal.

“Mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi warga, dan tentu saja kami mengkaryakan,” tambahnya.

Produk yang dihasilkan pun beragam, mulai dari alat-alat pertanian seperti cangkul, kored, hingga alat dapur dan bangunan seperti golok, pisau, linggis, dan sendok bata.

“Kita produksi untuk alat-alat pertanian, alat-alat dapur dan alat-alat bangunan, mulai dari cangkul, kored, golok, pisau, linggis, sendok bata dan lainnya,” jelas mantan Anggota DPRD Kota Cilegon ini.

Tidak hanya berbasis logam, bahan kayu bekas juga dimanfaatkan menjadi produk unik seperti souvenir landmark Kota Cilegon hingga gagang senjata tajam.

“Barang bekas yang berbasis bahan baku kayu bekas kita memproduksi souvenir landmark Kota Cilegon, binatang, gagang golok, gagang pisau,” katanya.

Sementara dari plastik bekas, pihaknya mengolahnya menjadi produk fungsional seperti akuarium dari botol galon serta gagang golok dan pisau.

“Yang berbasis bahan baku plastik, kami memproduksi akuarium dari botol galon, gagang golok, gagang pisau dan lainnya. “Semoga ke depan, klaster-klaster IKM Kota Cilegon bisa tumbuh, berkembang dan maju pesat secara bersama-sama,” tuturnya.

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR