CILEGON, (LC)- Pemerintah Kota Cilegon melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menerima kunjungan dan audiensi dari Pengurus Yayasan Insan Pelita Pratama Indonesia (YIPPI), Senin, 2 Maret 2026.
Kegiatan tersebut tersebut tidak hanya menjadi ajang penyerahan kurma secara simbolis, namun juga menandai sinergitas dan juga silaturahmi antara yayasan dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan kota.
Kabag Kesra Pemkot Cilegon, Rahmatullah mengatakan, Sementara itu, pihaknya mengapresiasi penuh langkah-langkah yang digulirkan YIPPI.
Ia menyatakan bahwa program pemberian kurma ke masjid-masjid sejalan dengan program tahunan Pemkot Cilegon yakni Tarawih Berkunjung (Tarjung) Ramadan, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Alhamdullilah, kami menerima sekitar 152 dus kurma dari yayasan. Kami berterima kasih atas kunjungan dan silaturahmi dari yayasan tersebut,”kata Rahmatullah.
Ia menuturkan, kurma yang diberikan oleh yayasan akan disalurkan kepada masjid-masjid di Kota Cilegon secara langsung.
“Insya Allah, akan kami bagikan ke masjid-masjid sesuai dengan kapasitas jumlah yang telah diberikan kepada kami,” ujarnya.
“Kami ucapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas kunjungan dan audiensinya. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang nyata bagi perkembangan Kota Cilegon,”sambung Rahmatullah.
Informasi yang berhasil dihimpun, pemberian kurma kepada pemerintah daerah bukan saja kepada Pemkot Cilegon. Beberapa hari lalu, YIPPI juga memberikan ratusan dus kurma kepada Pemkot Serang.
Ketua YIPPI H. Agus Marzuki didampingi pengurus Universitas Primagraha Haerofiatna, menyampaikan bahwa program pemberian kurma tidak hanya terbatas pada pemkot.
Rencananya, program ini akan diperluas ke seluruh masjid-masjid yang ada di Banten. Sehingga kegiatan tersebut dijadikan event bulanan selama bulan Ramadhan.
Dan akan dilaksanakan di lingkungan kampus Universitas Primagraha yang berada di bawah naungan yayasan.
Selain program sosial, YIPPI juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM menjadi lebih produktif sekaligus mengurangi angka pengangguran.
(Mang Jeo-Red)***
