CILEGON, (LC)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026 yang dilaksanakan Kodim 0623/Cilegon, saat ini menyasar pada pembangunan infrastrukur.
Salah satunya adalah kebutuhan mendesak masyarakat, dimana permasalahan air bersih selalu menjadi uritinitas tahunan apabila dimusim kemarau.
Guna mengatasi permasalahan kekeringan, Kodim 0623 Cilegon melalui program TMMD, membangun 10 titik sumur bor. Salah satunya adalah di Lingkungan Langon Sari, Kelurahan Mekarsari, yang selama ini mengalami krisis air bersih.
Pasiter Kodim 0623/Cilegon, Kapten Inf Muhammad Rizal, mengatakan pihaknya akan membangun 10 titik sumur bor. Karena memasuki sumur bor, banyak wilayah di Pulomerak terdampak krisis air.
“Wilayah ini dipilih karena warga melaporkan kekurangan air, terutama saat musim kemarau. Setelah kami survei, memang kondisi di sini sangat membutuhkan sumber air bersih,” katanya, Sabtu, 25 April 2026, melalui telepon seluler.
Ia menuturkan, selama ini warga hanya mengandalkan sumur yang menghasilkan air payau. Bahkan saat kemarau panjang, warga terpaksa membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Melalui program TMMD, pengeboran dilakukan hingga kedalaman sekitar 45 meter, dengan target pengerjaan satu minggu, bahkan diupayakan selesai dalam tiga hari,” ujarnya.
Selain pengeboran, fasilitas pendukung seperti tower setinggi tiga meter dan toren berkapasitas 650 liter juga akan dibangun. Setelah itu, pipanisasi akan disambungkan ke warga-warga.
“Nantinya warga bisa langsung menyambungkan pipa ke rumah masing-masing untuk mendapatkan air bersih,” tuturnya,
Lurah Mekarsari, Fatoni, menyambut baik program tersebut. Ia menyebut, wilayahnya memang kerap mengalami kekurangan air bersih saat musim kemarau yang berlangsung lebih dari dua hingga tiga bulan.
“Di satu RT saja bisa ada sekitar puluhan KK dengan jumlah ratusan jiwa. Saat kemarau, kami sering harus kirim bantuan air menggunakan tangki,”ucapnya.
Salah satu warga, Dulmanan (39), mengaku bersyukur dengan adanya bantuan sumur bor tersebut. Selama ini, ia dan warga lainnya kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau.
“Kalau kemarau sumur kering, kami terpaksa beli air galon untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah sekarang sangat terbantu,”ungkapnya sambil tersenyum.
(Himawan Sutanto-Red)***
