BANTEN, (LC) – Ketua Terpilih Dewan Koperasi Indoensia Wilayah (Dekopinwil) Banten periode 2026-2030, Hasbi Sidik, mengumumkan calon kepengurusan yang terdiri para profesional, prakitisi, dan akademisi, hingga tokoh masyarakat.
Pengumuman disampaikan Hasbi Sidik dalam acara acara Halal Bihalal Calon Pengurus Dekopinwil Banten periode 2026-2030, di Gedung Serbaguna DPRD Banten, pada Sabtu, 18 April 2026.
Dari daftar tokoh masyarakat di antaranya terdapat nama mantan Ketua Umum Pengurus Besar Mathlaul Anwar K.H. Embay Mulya Syarief. Sementara, dari akademisi tercatat nama Prof. Dr. Suwaib Amiruddin, M.Si.
Hasbi Sidik mengatakan, Dekopinwil adalah representasi resmi Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) di tingkat provinsi yang memiliki peran utama membangun, membina, serta memperkuat koperasi di wilayahnya.
“Saya saya sangat semangat, karena koperasi adalah Soko Guru Perekonomian Indonesia memiliki makna mendalam dalam sistem ekonomi nasiona,”kata Hasbi Sidik.
Untuk itu, dirinya melibatkan tokoh hingga praktisi, professional dan akademisi dalam kepengursan Dekopinwil Banten yanfg dipimpinnya dalam empat tahun ke depan.
Herapannya, Dekopinwil Banten dapat menjadi entitas yang membantu pemerintah dalam pengawasan program strategis nasional, khususnya pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,
“Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi simbol kemandirian ekonomi. Dekopinwil Banten
punya peran vital dalam memastikan program ini berjalan sesuai tujuan,” ucapnya,
Menurutnya, koeprasi bukan hanya dapat menjadi wadah permodalan. Akan tetapi, menjadi wadah dalam memperkuat rantai pasok, dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Menurut dia, Banten memiliki beragam potensi ekonomi yang besar untuk dikembangkan melalui koperasi khususnya Kopdes/Kel Merah Putih
“Sektor pertanian pangan, perikanan, dan kehutanan menyimpan peluang besar untuk pemberdayaan masyarakat desa,” kata Hasbi.
Dalam pandangannya, banyak peluang bagi Kopdes bersama Dekopinwil di Banten menjalin kemitraan dan sinergi agar potensi tersebut dapat dikelola dengan baik.
“Koperasi harus hadir sebagai instrumen utama dan memastikan setiap potensi dikelola secara adil, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan begitu, manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anggota dan masyarakat luas,” ungkapnya.
(Mang Jeo-Red)***
