Lakukan Tradisi Munggahan Ini yang Dilakukan Warga Cacat Veteran Ciracas Serang

Oleh: Langit Cilegon
129 views
A+A-
Reset

SERANG,(LC), – Warga Perumahan Komplek Cacat Veteran Rt 03 Rw 010 Ciracas, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten, kembali melaksanakan tradisi munggahan, pada Minggu, 15 Februari 2026, kemarin.

Munggahan adalah tradisi masyarakat Islam suku Sunda untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Munggahan berasal dari kata dalam bahasa Sunda, yaitu “munggah”, yang artinya berjalan, naik, atau keluar dari kebiasaan hidup sehari-hari.

Pada kegiatan Munggahan yang dilaksanakan warga Perumahan Komplek Cacat Veteran Rt 03 Rw 010 Ciracas,Kelurahan Serang, Kecamatan Serang , dibarengi dengan kegiatan gotong-royong yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan berupa bersih-bersih Musholah An-Nur yang sebelumnya bernama Al-Muhajirin, guna menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H / 2026 yang akan segera tiba.

Bulan Ramadhan, adalah bulan yang penuh berkah, sehingga persiapan menyambutnya tidak hanya berupa persiapan spiritual, tetapi juga kebersihan Mushalah lingkungan sekitar.

Ketua RT setempat sekaligus penanggungjawab kegiatan, Chandra, menyampaikan, kegiatan gotong royong ini merupakan tradisi yang sudah lama dikenal dan menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat di Indonesia, termasuk warga Komplek Cacat Veteran Ciracas, Serang Banten.

“Ini tradisi munggahan di lingkungan kami. Seluruh warga yang berjumlah 100 Kepala Keluarga (KK), secara bersama-sama bekerja untuk mencapai tujuan bersama tanpa membedakan status sosial,”katanya.

Ia menuturkan, tujuan bersama munggahan tersebut adalah menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan sehat untuk menyambut Ramadhan.

“Kegiatan gotong royong ini, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa ini. Pertama kami lakukan perbaikan pada atap yang bocor. Kemudian mengecat bangunan Musholah yang kusam, saluran air untuk wudhu juga kami bersihkan agar suasana semakin rapi dan indah,”ujarnya.

Selain anak-anak dan bapak-bapak, ujar dia, para ibu-ibu juga ikut serta dalam gotong-royong tersebut. Mereka menyiapkan konsumsi untuk sarapan pagi dan makan siang demi kelancaran kegiatan gotong- royong dan sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur.

“Hidangan yang disajikan sederhana dan hasil masakan ibu-ibu warga sekitar. Suasana kebersamaan semakin terasa dengan canda tawa serta obrolan ringan yang mengiringi acara makan bersama,”tuturnya.

Sekertaris RT setempat, Ade Junaedi mengatakan, selain untuk semakin mempererat tali persaudaraan antar warga, ucap dia, kegiatan gotong royong ini, juga bertujuan untuk terus membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Dengan kebersihan lingkungan yang terjaga, diharapkan suasana yang tenang dan khusyuk dalam beribadah dapat tercipta, terutama saat menjalankan ibadah sholat tarawih maupun saat berpuasa,” unngkap Ade Junaedi.

“Di bulan Ramadhan, umat Islam diajak untuk tidak hanya menjaga kebersihan fisik, tetapi juga kebersihan hati dan pikiran,”sambung Ade Junaedi.

(Jeo-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR