SERANG KAB,(LC)- Bencana hidrometeorologi berupa banjir, angin kencang, dan pergerakan tanah melanda wilayah Kabupaten Serang, Provinsi Banten, sejak 2 hingga 24 Januari 2026.
Informasi yang berhasil dihimpun, sedikitnya 83 desa di 27 kecamatan terdampak akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai luapan sungai dan angin kencang.
Dari jumlah tersebut, tercatat 398 KK atau 1.450 jiwa sempat mengungsi, dengan 171 KK atau 692 jiwa masih berada di lokasi pengungsian.
Bencana banjir paling luas terjadi di sejumlah kecamatan, di antaranya Padarincang, Cinangka, Kibin, Ciruas, Kramatwatu, Kragilan, Anyer, Cikande, Jawilan, Binuang, hingga Waringinkurung.
Sementara angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang terjadi di Anyer, Cinangka, Mancak, Jawilan, Ciruas, Baros, Petir, Pontang, dan Tanara.
Adapun pergerakan tanah terpantau di wilayah Mancak, Cikeusal, Cinangka, Padarincang, Waringinkurung, Pamarayan, Anyer, dan Bojonegara.
BPBD mencatat total 8.824 rumah terdampak, dengan 91 unit rumah mengalami kerusakan serta 28 fasilitas umum dan sosial turut terdampak.
Meski demikian, tidak terdapat korban meninggal dunia, sementara dua orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan penanganan intensif di seluruh wilayah terdampak.
“Kami telah menetapkan status Tanggap Darurat untuk mempercepat penanganan di lapangan. Prioritas kami adalah keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta memastikan proses evakuasi berjalan optimal,” ujar Ajat Sudrajat, Sabtu (24/1/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi hingga beberapa hari ke depan.
“Masyarakat yang berada di bantaran sungai dan wilayah rawan longsor agar terus meningkatkan kewaspadaan dan segera melakukan evakuasi mandiri jika terjadi peningkatan debit air atau tanda-tanda pergerakan tanah,” tegasnya.
BMKG Banten memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang masih dapat terjadi hingga 27 Januari 2026.
(Tanto-Red)***
