Menjadi Tuan Rumah HPN 2026, Gubernur Banten Andra Soni Ucapkan: Terima Kasih Atas Kerjasamanya

Oleh: Langit Cilegon
145 views
A+A-
Reset

SERANG, (LC)- Gubernur Banten Andra Soni mengucapkan terima kasih dan memohonkan maaf atas banyaknya kekurangan pada saat menjadi tuan rumah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Dewan Pers dan PWI atas kepercayaannya menjadikan Banten sebagai tuan rumah HPN 2026. Kami mengucapkan permohonan maaf atas kekurangan,” katanya kepada awak media usai menghadiri puncak HPN 2026 yang digelar di KP3B, Kota Serang, Senin 9 Februari 2026.

Gubernur juga merasakan kehangatan hubungan antara pers dan masyarakat serta pemerintah dalam rangkaian HPN 2026 yang digelar dari 6 Februari sampai 9 Februari 2026.

“Saya mengucapkan dirgahayu pers nasional yang ke 80 tahun, semoga Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat,” katanya.

Ia menuturkan, selama ini pers dijadikan mitra pemerintah karena selama ini pihaknya mengkonfirmasi setiap berita yang disampaikan kepadanya.

“Jadi dengan adanya berita pers kami lebih cepat untuk merespon apa yang terjadi dimasyarakat dan kita bisa tindaklanjuti,” ujarnya.

Ia juga berharap, pers terus mengawal pembangunan, pers menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan pembangunan di Provinsi Banten.

“Dan pers akan terus menjadi sahabat kami, pers akan terus membantu kami dalam pembangunan,”tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, mengatakan, HPN 2026 di Provinsi Banten menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pers sebagai pilar utama demokrasi di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi, termasuk artificial intelligence (AI).

“Di era disrupsi digital yang penuh banjir informasi, pers dinilai tetap menjadi ujung tombak dalam menyampaikan berita yang benar dan berpihak pada kepentingan public,” ucapnya.

Menurutnya, kehadiran AI telah mengubah cara informasi diproduksi, disebarkan, hingga dikonsumsi masyarakat.

Namun di sisi lain, perkembangan tersebut membawa risiko besar berupa disinformasi, manipulasi fakta, hingga penyebaran hoaks yang makin sulit dibendung.

“Dalam konteks ini, pers tidak lagi sekadar menjadi saluran informasi. Pers telah bertransformasi menjadi simpul strategis dalam ekosistem informasi digital,” ujar Deden.

Ia menegaskan, pers memiliki peran vital sebagai penjaga kebenaran dan pengurai kompleksitas informasi di tengah derasnya arus algoritma digital.

“Apalagi, pers memiliki standar disiplin verifikasi fakta yang menjadi kekuatan utama dalam memastikan apakah sebuah informasi adalah fakta atau rekayasa,”ungkapnya.

(Anto-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR