Dindikbud Cilegon Gelar Workshop Permainan Tradisional, 40 Guru PJOK SD Ikuti GEMBIRA

Oleh: Langit Cilegon
13 views
A+A-
Reset

CILEGON, (LC) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon menggelar Workshop Permainan Tradisional, Gerakan Bermain Tradisional Ceria (GEMBIRA) pada Oktober 2026.
Kegiatan ini diikuti 40 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) jenjang SD perwakilan kecamatan di Kota Cilegon.

Kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali permainan tradisional di lingkungan sekolah sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, kedisiplinan, dan kebersamaan kepada peserta didik.

Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menyampaikan bahwa permainan tradisional tidak hanya menjadi sarana aktivitas fisik, tetapi juga bagian dari upaya pelestarian budaya dan pembentukan karakter anak.

“Harapan kami, seluruh sekolah di Kota Cilegon dapat menyediakan Pojok Permainan Tradisional. agar anak-anak semakin mengenal dan mencintai permainan tradisional,” kata Heni.

Ia menuturkan, permainan tradisional yang ada selama ini harus dilestarikan dan tentu saja harus diajarkan atau dipraktekkan di sekolah-sekolah.

“Kami juga berharap permainan tradisional dapat diimplementasikan dalam kegiatan sekolah minimal satu kali dalam seminggu, sehingga menjadi kebiasaan positif bagi anak untuk bergerak aktif, bersosialisasi, dan belajar nilai-nilai kebersamaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan permainan tradisional secara rutin diharapkan dapat mengurangi ketergantungan anak pada gawai sekaligus mempererat interaksi antarpeserta didik.

“Melalui kegiatan GEMBIRA, Dindikbud Kota Cilegon berharap para guru dapat menerapkan permainan tradisional dalam pembelajaran maupun aktivitas sekolah sehari-hari, sehingga budaya lokal tetap lestari dan anak-anak dapat tumbuh aktif, sehat, serta memiliki karakter yang baik,” imbuhnya.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (P2PNFK) sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SPNF SKB di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Vania Eriza, mengatakan, secara perlahan dan proses pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah agar dapat diadakan permainan tradisional.

“Jadi, nanti kita akan lakukan sosialisasi dan juga melakukan pengawasan terhadap sekolah-sekolah dengan harapan. Permainan pojok tradisional ada disekolah sampai semua sekolah di Kota Cilegon mempunyai pojok permainan tersebut,” ungkapnya. (Anto-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR