Terkait Bau Zat Menyengat, Kepsek SD Tembulun II Pulomerak Berikan Klarifikasi

Oleh: Langit Cilegon
64 views
A+A-
Reset

CILEGON, (LC)- Terkait adanya bau zat yang menyengat yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tembulun II, dibenarkan oleh Kepala Sekolah Vidia Pandji Yuda.

Dalam video yang diterima oleh redaksi langitcilegon.id, ia membenarkan adanya bau zat kimia yang menyengat di sekolah tersebut.

“Terkait isu bau gas zat kimia yang menyengat memang benar adanya. Dan bau gas tersebut sekira pukul 06.00-08.00 wib,”katanya, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia menuturkan, akibat bau gas zat kimia tersebut proses kegiatan belajar mengajar terganggu, namun tidak beralngsung lama.

“Namun, pada pukul 09.40 Wib, sudah tidak ada bau gas zat kimia yang menyengat . Dan kegiatan belajar mengajar normal kembali,”ujarnya.

Seperti diketahui, beredar informasi terkait adanya bau zat menyengat di wilayah Tembulun, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Selasa, 31 Maret 2026.

Informasi tersebut muncul pertama kali melalui whatsapp grup disalah satu komunitas dan lansgung mendapat respon cepat dari anggotanya.

Dalam Wag tersebut, menerangkan bahwa seluruh warga Gunung Batur termasuk SD Tembulun II, mencium adanya zat menyengat dan diduga ada kebocoran dari pabrik yang ada di sekitar Kelurahan Gerem.

Kabid Penataan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup, Andi Rana ketika dikonfirmasi membenarkan adanya informasi tersebut.

“Iya benar, ada informasi dari Pak Kadis, bau zat menyengat diwilayah Gunung Batur. Termasuk SD Tembulun II. Kami siapkan tim untuk turun ke lokasi,”katanya melalui whatsapp.

Hal yang sama dikatakan oleh Lurah Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Fatoni. Menurutnya, bau zat kimia yang menyengat tersebut sampai ke sekolahyan.

“Iya, anak anak yang lagi kegiatan belajar mengajar juga mencium bau menyengat tersebut. Tapi sudah cepat mengenakkan masker,” ujarnya melalui telepon.

Ia menambahkan, bau menyengat terjadi pada pagi hari sekitar pukul 06.00-08.00 wib. Dan sekarang sudah berjalan normal.

“Kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Karena saat ini sudah normal. Anak-anak sudah dikasih masker dan tetap belajar. Kami masih memantau takut ada susulan bau yang menyengat. Kita komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait,”tuturnya.

(Anto-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR