Jelang Mutasi Dan Rotasi Jilid 2, BKPSDM Pemkot Cilegon Lakukan Sosialisasi Manajemen Talenta

Oleh: Langit Cilegon
365 views
A+A-
Reset

CILEGON, (LC)- Sistem Manajemen Talenta yang digadang-gadang sebagai salah satu system untuk melakukan rotasi dan mutasi pegawai tanpa unsur “titipan”, bakal disosialisasikan.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) pada Pemkot Cilegon, Joko Purwanto, mengatakan, pihaknya mengagendakan lakukan sosialisasi.

“Besok (Senin,9 Februari 2026-red), kami akan melakukan sosialisasi system manajemen talenta kepada Kasubag Umum dan Sekretaris Dinas diauli Setda II,”katanya melalui pesan whatsapp, Minggu, 8 Februari 2026.

Ia menuturkan, BKPSDM Cilegon berupaya memberikan pemahaman kepada seluruh ASN dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kinerja.

“Jadi, manajamen talenta itu penilaian secara keseluruhan bagi ASN. Dimana dalam penilaian tersebut ada 2 . Yakni Kinerja dan Potensi,”ujarnya.

Dalam kinerja, ujar dia, terbagi menjadi beberapa indikator. Hal yang sama juga terjadi pada Potensi dimana ada beberapa indikator.

“Sehingga penggabungan nilai kedua pihak antara Kinerja dan Indikator harus tinggi. Guna mencapai box 7,8 dan 9,”tuturnya.

Penilaian box, 7,8 dan 9 tersebut menjadi salah satu penilaian untuk dilakukan rotasi dan mutasi. Yakni penggabungan sumbu X dan Y. Dimana, hal itu berdasarkan penilaian  obyektifitas dari ASN sendiri.

“Contoh, misalnya kemampuan Kinerja tinggi, Potensi rendah masuk box berapa atau sebaliknya. Potensi tinggi Kinerja rendah, jadi ada box nya masing-masing,”ucapnya.

Baik Potensi maupun Kinerja, mempunyai nilai 100. Dimana Potensi dan Kinerja dibagi menjadi beberapa indicator. Misalnya, ujar dia, yang masuk dalam Potensi Assesment, nilainya 45 persen.

Kemudian, tutur dia, yang masuk penilaian Kinerja, berdasarkan hasil SKP nilainya 45 persen. Kemudian masing -masing penilaian tersebut digabungkan.

“Ada 4 indikator, kalau nilainya digabungkan sumbu X dan sumbu Y, akan ketemu dimana. Ditariklah garis koordinat, maka ketemu di Box berapa,”imbuhnya.

Yang tak kalah pentingnya dalam manajemen talenta, ucap dia, ASN harus benar-benar mengisi aplikasi SIMATA. Dimana dalam aplikasi tersebut, akan kelihatan nilai kemampuan ASN.

“Tidak ada rekayasa, tidak ada pendongkrakan nilai. Kalau kemampuannya segitu-segitu saja, maka akan kelihatan. Oleh karena itu, kami berharap ASN dapat meningkatkan kemampuannya. Dan bagi yang sudah mencapai box 7,8 dan 9 juga jangan merasa senang.

“Karena system ini akan terus berjalan selama orang itu menjadi ASN dan ada perbaikan penilaian dalam setahun sekali. Misal tahun ini ASN itu ada di BOX 8, kalau nggak ngisi terus, bisa jadi tahun berikutnya dia akan turun,”sambung Joko Purwanto.

(Mang Jeo-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR