Kota Cilegon, (LC)- Banyaknya jabatan kosong yang tidak diisi di sejumlah OPD pada Pemkot Cilegon, memantik reaksi dari kalangan aktifis.
Para aktifis menilai, dengan banyaknya jabatan yang kosong di sejumlah OPD dan juga para pejabat yang memasuki purna bakti bakal menghambat regenerasi dan roda organisasi.
Apalagi saat ini, Pemerintah di Daerah dituntut untuk melakukan percepatan pembangunan baik infrastruktur maupun sumber daya manusia.
Ketua Serikat Mahasiswa Cilegon (SMC), Madrais, menilai, Pemkot Cilegon terkesan lamban dalam melakukan regenerasi pejabat.
âPadahal sesuai dengan nomenklatur baru, bahwa regenerasi pejabat adalah salah satu bagian dari reformasi birokrasi,âkatanya, Rabu, 25 Juni 2025.
Ia menuturkan, Pemkot Cilegon harus melakukan mutasi dan rotasi guna mengisi kekosongan di sejumlah OPD yang djabat oleh Pelaksana Tugas.
âArtinya, jangan sampai kelamaan. Karena kalau bicara semester, ini sudah 6 bulan dan akan habis semester 1. Kalau melihat banyaknya jabatan kepala OPD yang kosong, seharusnya tidak begitu,âujarnya.
Apalagi, ujar dia, pihaknya mendapat kabar bahwa Pemkot Cilegon mempunyai semangat untuk melaksanakan program pembangunan.
âHarusnya diimbangi dengan Sumber Daya Manusia artinya pejabatnya juga di siapkan. Sehingga bisa balance dan program tersebut terlaksana,âtuturnya.
Ia mencontohkan, beberapa OPD saat ini masih dijabat oleh Pelaksana Tugas. Namun, SDM di Pemkot Cilegon sangat banyak.
âKekosongan ini jangan sampai lama, apalagi ada beberapa OPD yang dirangkap jabatannya. Ini nggak bagus. Terlebih saya mendapat info, kalau Sekda Cilegon juga mau habis jabatannya di 2026,âucapnya.
Ia menambahkan, rotasi dan mutasi di tubuh Pemkot Cilegon perlu segera dilakukan. Karena sebagai amanat dari reformasi birokrasi.
âSegera lakukan open bidding, cari yang terbaik untuk memimpin OPD. Bila perlu lakukan open bidding juga buat Sekda sebagai persiapan. Ikuti aturan dan mekanisme yang ditentukan, jangan sampai efesiensi jadi alasan,âimbuhnya.
Terpisah, Kepala BKPSDM Pemkot Cilegon, Joko Purwanto, ketika di konfirmasi, mengatakan, sampai saat ini belum ada arahan untuk open bidding.
âSementara ini belum ada arahan untuk dilakukan open bidding,âungkapnya singkat melalui whatsapp. (Aditya-Red)***
