CILEGON, (LC)- Sejak digulirkannya program pemerintah pusat, sejumlah wilayah Kelurahan di Kota Cilegon membentuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Salah satunya adalah KDMP Kelurahan Masigit Kecamatan Jombang.
Sudah setahun lebih KMPD Kelurahan Masigit Kecamatan Jombang melakukan aktifitas koperasi tersebut. Dimana dalam perjalanannya selama 1 tahun lebih meraup keuntungan sebesar Rp 60 juta. Meski belum ada kendaraan operasional dan bangunan yang belum jadi.
Padahal, KDMP Masigit Kecamatan Jombang, hanya memperjual belikan kebutuhan dapur pada umumnya seperti minyak, gas melon 3 kg serta beras.
Lurah Masigit, Kecamatan Jombang, Mulyadi, mengatakan, saat ini lokasi KDMP milik Masigit masih menempel disaping kantor Kelurahan.
“Ini tempatnya masih sementara ya, karena kami lagi membangun lokasi yang sebenarnya. Baru sekitar 70 persen progress pembangunannya. Kalau sudah selesai, kami akan pindah,”kata Mulyadi, Kamis, 6 Agustus 2026.
Ia menuturkan, sampai dengan saat ini jumlah anggota KDMP Kelurahan Masigit Kecamatan Jombang mencapai 60 orang dan tidak melayani simpan pinjam.
“Jadi, kami menawarkan kepada anggota tentang system koperasi yang terdiri dari iuran kepada anggota. Dimana ada simpanan pokok dan wajib. untuk pertama simpanan wajisebesar Rp 50.000, selanjutnya Rp 20.000,”ujarnya.
Lurah Mulyadi yang juga merangkap sebagai Ketua Pengawas Koperasi KDMP Masigit melanjutkan,untuk Kota Cilegon, Kelurahan Masigit pertama kali dibentuk.
“Pegawai koperasi yang ada di kami ini tidak digaji. Jadi, anggota KDMP Masigit bisa membeli barang di kami sesuai dengan kebutuhan. Mulai dari gas melon 3 kg, minyak sayur dan beras, tentu harganya terjangkau karena kami bekerjasama dengan Bulog Serang,”ucapnya.
Sekretaris Kelurahan Masigit, Ihfal yang turut mendampingi, menyatakan, tiap hari Sabtu pihaknya melakukan evaluasi penjualan transaksi dari Senin-Jumat.
“Keuntungan untuk anggota di dapat dari hasil SHU. Tapi anggota tidak mau menerima pasca Rapat Anggota Tahunan. Mereka menyimpan pada simpanan sukarela,”imbuhnya.
Banyak Kelurahan lain, ujar dia, melakukan sharing manajemen ke Koperasi Masigit. Pihaknya selama ini terbuka apabila ada yang ingin belajar terkait dengan manajemen koperasi yang dikelola di Kelurahan Masigit.
“Banyak daerah lain yang sharing manajemen ke koperasi Masigit. Ada dari Jombangwetan, Warnasari, Kebondalem dan lainnya. Kuncinya untuk melaksanakan koperasi adalah, Komunikasi, gotong royong dan kesadaran anggota untuk memiliki koperasi sangat tinggi,”ucap Ihfal.
“Setelah bangunan koperasi jadi, akan ditambah produk penjualan. Hasil UMKM dari Masigit, keripik, getas, gipang dan anggota yang bikin. Untuk penawaran barang sekarang banyak, tapi karena ada batas expired kami tahan dulu. Nanti ada pembayaran online semisal, listrik, bayar air, pulsa dan lainnya. Kami buka jam 08.00 dan tutup jam 17.00 wib,sesuai jam kantor,” sambungnya.
(Mang Jeo-Red)***
