Kecamatan Cilegon, (LC)- Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), berupa beras sebanyak 20 kg terhadap ratusan penerima.
Bukan itu saja, warga Bendungan juga menerima bantuan bahan pangan lainnya yakni minyak sayur kemasan sebanyak 4 liter.
Bantuan pangan tersebut digulirkan oleh Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon kepada masyarakat yang berhak menerima sesuai data.
Lurah Bendungan Kecamatan Cilegon, Andry Setiawan mengatakan, bantuan ini adalah Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Badan Pangan Nasional (Bappanas) yang didistribusikan melalui Badan Urusan Logistik.
“Langsung dari Bulog melalui PT. Pos, untuk 802 warga penerima beras. Dengan rincian jumlah beras masing-masing 20 kg dan 4 liter minyak sayur,”kata Andry, Senin, 11 Mei 2026.
Ia menuturkan, data penerima bantuan berasal dari Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Yang sudah ada sejak dahulu melalui data terpusat.
“Kemudian juga data dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang telah diverifikasi dan validasi oleh DKPP bersama Bappeda Litbang dan Dinas Sosial Kota Cilegon,”ujarnya.
Oleh karena itu,ujar dia, sebelum dibagikan, pihaknya telah memeriksa kualitas beras untuk memastikan bahwa bahan pangan tersebut layak diberikan kepada masyarakat. Karena, ini adalah amanat yang harus dilakukan oleh Kelurahan.
“Kami sudah melihat secara jelas, beras yang disediakan kondisinya bagus dan layak untuk dikonsumsi. Setelah kami periksa dan dipastikan layak, barulah kami bagikan ke warga,” tuturnya.
Ia berharap, adanya bantuan beras dari pemerintah dapat menanggulangi kebutuhan masyarakat, khususnya warga Kota Cilegon yang kurang mampu, untuk beberapa bulan ke depan.
“Kami hanya mendistribusikan saja ke kelurahan untuk menanggulangi kebutuhan masyarakat dengan harapan bisa mencukupi kebutuhan atau paling tidak meringankan beban,” ungkapnya.
“terkait adanya kelebihan bahan pangan, kami mencari solusi dan menyerhkan kepada RT setempat untuk dilakukan penggantian. Karena memang banyak warga yang pindah dan meninggal dunia,”sambung Andry.
(Anto-Red)***
