Kota Cilegon, (LC)- Organisasi Gerakan Pramuka sebaiknya jangan bergantung ke dana hibah, harus ada terobosan dan inovasi.
Hal itu dikatakan oleh Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Banten, kak Septo Kalnadi, disela-sela menghadiri Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Cilegon.
“Jadi gini, kita lihat arena-arena bermain terbuka itu semisa flying fox, pelaytihan di kolam pengairan dan lainnya.Itu juga bisa melatih warga juga kita dalam hal mitigasi bencana,”kata Septo Kalnadi, kamis, 11 September 2025.
Ia menuturkan, saat ini pihaknya masih memerlukan lahan-lahan terbuka untuk tempat pelatihan-pelatihan gerakan pramuka. Dimana, lahan terbuka bagi masyarakat mencari hiburan, adalah sebuah potensi untuk dikelola oleh organisasi gerakan pramuka.
“Yang belum bisa dilakukan adalah, sampai saat ini pramuka masih bergantung ke dana hibah dari APBD. Walaupun hanya untuk rutin saja, kalau bagian hibahnya tidak cair, maka kegiatan akan vakum. Organisasi gerakan pramuka perlu melibatkan stakeholder lain. Saya kira melalui kerjasama dengan perusahaan-perusahaan bisa dilakukan,”ujarnya.
Tantangan terberat dalam organisasi pramuka, ujar dia, adalah mengoptimalkan apa yang diamantkan pada pembinaan karakter adalah tugas pramuka secara informal, sementara untuk formal adalah sekolah.
“Informasl itu adalah gerakan pramuka sehingga perlu inovasi juga kreatifitas Pembina pramuka untuk menciptakan kegiatan-kegiatan yang mengadopsi kemajuan hari ini. Bisa melaui Ai, digitalisasi,konten creator. Dan saya kira banyak hal yang bis akita sampaikan kepada dik-adik kita yang usianya 15-25 tahun,”tuturnya.
Dimana, tutur dia, umur antara 15-25 tahun adalah rawan, karena pengaruh-pengaruh negative. Mengingat ada provokasi sedikit bisa berbuat anarkis.
“Untuk pramuka tingkat penegak tidak ada Batasan. Artinya, ketika anggota pramuka setingkat SLTA atau SMK Penegak yang usianya 15-25 tahun. Dimasa itu terkadang ada di sekolah menengah yang kewenangannya di tingkat Provinsi, di pramuka tidak mengenal ada batasan,”ucapnya.
Sementara itu, dalam Muscab Gerakan Pramuka Kota Cilegon, terpilih sebagai Kak Kwarcab adalah Erza Erdiansyah. Sebanyak delapan Kwartir Ranting (Kwarran) merekomendasikan nama Erza .
“Ini adalah amanah besar. Saya berterima kasih atas kepercayaan delapan Kwarran dan seluruh peserta Muscab. Tugas kita ke depan bukan hanya menjaga marwah organisasi, tetapi juga memastikan Gerakan Pramuka tetap relevan dalam membina generasi muda. Saya ingin menjadikan Kwarcab Cilegon sebagai rumah bersama yang terbuka, demokratis, dan penuh semangat gotong royong,”ungkapnya. (Mang Jeo-Red)***
